TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Halamahera Tengah diminta terbitkan Perda perlindungan terumbu karang
  • Senin, 10 Desember 2018 — 20:54
  • 258x views

Halamahera Tengah diminta terbitkan Perda perlindungan terumbu karang

Permintaan penerbitan Perda itu agar memiliki kekuatan hukum melarang pengambilan batu karang untuk mencegah kerusakan lingkungan laut.
Ilustrasi terumbu karang, pixabay.com
ANTARA
[email protected]
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Ternate, Jubi  - Pemerintah Kabupaten Halamahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, diminta menerbitkan peraturan daerah untuk melindungi secara khusus terumbu karang. Permintaan penerbitan Perda itu agar memiliki kekuatan hukum melarang pengambilan batu karang untuk mencegah kerusakan lingkungan laut.

"Di Kabupaten Halmahera Tengah masih banyak masyarakat yang mengambil batu karang untuk memenuhi kebutuhan bangun rumah, bahkan dijual kepada pengelola infrastruktur pemerintah, tetapi eronisnya Pemkab terkesan membiarkannya saja," kata salah seorang pemerhati lingkungan di Malut, Jafar, Senin, (10/12/2018).

Pengambilan batu karang yang sudah dilakukan sejak lama itu, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan laut di sejumlah lokasi di kabupaten itu dan kalau tidak segera dihentikan dikhawatirkan akan semakin memperparah kerusakan lingkungan laut di Halmahera Tengah.

Menurut dia, batu karang harus dijaga kelestariannya karena memiliki fungsi ekologis sangat besar, seperti menjadi tempat berlindung dan berkembang biak ikan serta berbagai biota laut lainnya serta dapat melindungi pantai dari abrasi terhadap karang di dekat pantai.

“Padahal keberadaanya berperan dalam mencegah pemanasan global serta dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata,” kata Jafar menambahkan.

Oleh karena itu, apapun alasannya Pemkab harus bertindak tegas untuk melarang pengambilan batu karang sekaligus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian karang.

Khusus untuk masyarakat yang selama ini menggantungkan sumber penghasilan dari mengambil dan menjual batu karang dapat diberikan alternatif.

“Misalnya diberikan bantuan sarana penangkapan ikan atau modal usaha untuk mengembangkan usaha ekonomi kreaktif sesuai potensi yang ada di daerah setempat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Penyalahgunaan narkoba di Jateng mencapai 300 ribu orang

Selanjutnya

Dinkes Bogor pulihkan trauma warga terdampak puting beliung

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe