Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Peringati  hari HAM,  mahasiswa STFT gelar aksi bisu 
  • Senin, 10 Desember 2018 — 17:09
  • 568x views

Peringati  hari HAM,  mahasiswa STFT gelar aksi bisu 

Menyadarkan  masyarakat akan pelanggaran pelanggaran yang terjadi di  Papua, yang hingga kini  masih terus berlanjut. Katanya,  hal ini akan sangat merugikan masyarakat Papua. 
Massa aksi yang tergabung dalam Badan Eksekutif mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur (STFT), saat menggelar aksi bisu untuk memeringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Se-Dunia, 10 Desember 2018 - (Jubi/Hengky Yeimo)

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ratusan demonstran  yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi   (STFT) Fajar Timur menggelar aksi bisu, memeringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Se-Dunia yang jatuh pada  10 Desember 2018. 

Aksi bisu tersebut digelar di Abepura, Jayapura. Mereka membentangkan berbagai spanduk serta gambar-gambar korban pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua. 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STFT Yohane Kayame mengatakan,  aksi itu merupakan bentuk keprihatinan akan  nasib orang Papua.  “Sehingga kami merasa perlu  melakukan sosialisasi mengenai permasalahan -permasalahan yang ada di Papua ini kepada seluruh masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/12/2018).

Yohanes mengatakan, inti dari aksi ini untuk menyadarkan  masyarakat akan pelanggaran pelanggaran yang terjadi di  Papua, yang hingga kini  masih terus berlanjut. Katanya,  hal ini akan sangat merugikan masyarakat Papua. 

“Maka dengan itu mahasiswa STFT dan lainnya,  mari  duduk bersama untuk mencari akar permasalahan seluruh pelanggaran yang terjadi,  sehingga  benar- benar diselesaikan dengan solusi tepat. Maka itu saya bersama teman teman kami sangat prihatin, mahasiswa prihatin nasib masyarakat Papua yang dibunuh, kekerasan, deforestasi dan lainnya,” katanya.

Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Papua John N.R. Gobay menilai sejauh ini tidak ada yang menanggapi serius kematian orang Papua. “Pemerintah pusat juga semua diam, presiden, kemudian Kejaksaan Agung, Menkopolhukam dan Komnas HAM,” katanya.  

“Berkaitan dengan kasus  Paniai Berdarah,  hingga  saat ini tidak ada bukti penyelesaian kasus penembakan terhadap empat warga sipil,” tambahnya.   

Dia menyoroti penyelesaian kasus Paniai yang masih tarik menarik antara Komnas HAM dan Kejagung. “Kalau memang negara tidak bisa menyelesaikan, kita  minta komisi tinggi HAM PBB ikut bersama untuk menyelesaikan persoalan persoalan HAM di Papua,” katanya.(*)
 

loading...

Sebelumnya

Gereja : Ratusan keluarga di Nduga mengungsi ke hutan

Selanjutnya

Satu jenazah korban penembakan berhasil diidentifikasi

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe