Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Polisi hadang massa aksi peringatan HAM sedunia
  • Senin, 10 Desember 2018 — 15:11
  • 666x views

Polisi hadang massa aksi peringatan HAM sedunia

Di dunia lain mereka bebas. Tapi kami di Papua, Indonesia menunjukkan wajah kolonialisme itu sendiri
Massa aksi yang terakomodir dalam KNPB ketika melakukan aksi damai - (Jubi/Hengky Yeimo)

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Ones Suhuniap mengatakan pihaknya menyesalkan perlakuan aparat kepolisian Republik Indonesia yang masih saja membungkam ruang demokrasi, khususnya pada perayaan hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia 10 Desember 2018.

"Sejak pukul 08.00 Waktu Papua, polisi sudah menduduki titik-titik kumpul massa aksi, berusaha membubarkan aksi KNPB yang berlangsung di Jayapura dan di hampir seluruh Tanah Papua," katanya, kepada Jubi, Senin (10/12/2018).

Katanya, massa aksi dari Abe menuju ke Uncen diblokade aparat kepolisian. Sedangkan massa aksi dari Uncen bawah menuju Perumnas III dihadang aparat di depan Hola Plaza Ale-Ale Padang Bulan. Massa aksi dari Expo dihadang, mereka longmarch ke Perumnas 3.

”Di Timika sebanyak 50 aktivis KNPB ditangkap Polisi," katanya.

Sementara itu koordinator lapangan Kobabe Wanimbo menambahkan, massa aksi yang mengikuti perayaan Hari HAM Seduna diperkirakan mencapai ratusan orang.

"Massa aksi yang berpartisipasi hari ini ialah masyarakat, mahasiswa, pemuda. Kami berkumpul untuk mengenang kembali arwah tulang belulang rakyat Papua yang meninggal karena kekerasan yang dilakukan oleh negara Indonesia," katanya.

Katanya, dunia internasional perlu mengetahui bahwa ruang demokrasi di Papua terus dibungkam oleh aparat kepolisian.

" Di dunia lain mereka bebas. Tapi kami di Papua, Indonesia menunjukkan wajah kolonialisme itu sendiri,"katanya.

Sementara itu, Kapolresta Kota Jayapura AKBP Gustaf Urbinas mengatakan peringatan hari HAM Sedunia ini bukan murni lagi digerakkan mahasiswa. Namun sudah ditunggangi oleh KNPB.

"Mereka ini bertentangan ideologi dengan NKRI, sebagai Kapolres, pasti saya tidak memberikan ruang untuk mengadakan aksi menyuarakan hal hal di luar bingkai NKRI. Mereka sudah tidak murni mengangkat isu HAM,"katanya.

Urbinas mengatakan, pihaknya serta Polda Papua tidak memberikan rekomendasi agar kegiatan ini dilangsungkan.

"Sebagaimana yang direncanakan, kami mengawasi dan menghargai. Kami tangani di jalan supaya tidak ada potensi konflik. Mereka tidak mengantongi izin, kami mengawasi sepanjang mereka melakukan aksi berkumpul. Mereka tunggu dewan, mereka meminta waktu sehingga kami memberikan waktu. Upaya untuk membubarkan diri sudah kami sampaikan imbauan. Namun mereka tetap melaksanakan, sehingga kami tetap mengawasi sampai mereka bubar," katanya.

Urbinas mengatakan, jika yang mengajukan ijin aksi peringatan hari HAM berasal dari kelompok yang jelas, maka pihaknya akan mengijinkan.

"Saya pikir itu boleh saja. Mereka pasti diberikan ruang, isu substansinya harus jelas dalam bingkai NKRI," katanya.

Untuk menghadang massa aksi ini, personil yang dikerahkan cukup banyak. Sekitar 700 personil ditambah bantuan TNI.(*)

loading...

Sebelumnya

Satu jenazah korban penembakan berhasil diidentifikasi

Selanjutnya

DPR Papua agendakan pengesahan Raperda dan pelantikan PAW

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe