Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Serikat Guru Kepulauan Cook Pimpin Solidaritas untuk West Papua
  • Selasa, 20 September 2016 — 21:32
  • 559x views

Serikat Guru Kepulauan Cook Pimpin Solidaritas untuk West Papua

“Kami sangat berbesar hati pada usaha kami ini, sebagai salah satu dari serikat guru kecil tetapi sanggup mengangkat isu-isu yang diderita rakyat West Papua sekaligus bersolidaritas penuh sebagai rakyat Pasifika mengutuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di depan pintu kami sendiri,” ujar Taurongo.
Ilustrasi solidaritas untuk pembebasan West Papua di Selandia Baru mahasiswa/i Pasifik di Universitas Victoria 2014 - pacificguardians.org
Zely Ariane
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Institut Guru Kepulauan Cook (CITI) mendorong para pendidik kawasan Pasifik mengutuk keras kejahatan hak azasi manusia yang dilakukan Pemerintah Indonesia di Papua.

Sikap resmi itu diadopsi oleh Konferensi ke-21 Konsil Pendidikan Pasifik (COPE) yang diselenggarakan di Fiji dihadiri oleh perwakilan CITI, presiden Thomas Taurongo Wynn dan anggota eksekutif Apii Napa.

Seperti dilansir Cook Islands News, Senin (19/9/2016), CITI dikatakan menjadi organisasi nasional independen pertama yang mengajukan proposal formal ke tingkat regional terkait situasi West Papua. Proposal tersebut dipastikan akan didukung penuh oleh 12 bangsa-bangsa Pasifik.

Taurongo mengatakan COPE secara formal sudah mengutuk kejahatan HAM yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap orang-orang asli Papua. Mereka juga menyatakan “...bersolidaritas dengan semua pendidik, staf pendidik, dan para siswa/i yang menjadi korban.”

“Kami sangat berbesar hati pada usaha kami ini, sebagai salah satu dari serikat guru kecil tetapi sanggup mengangkat isu-isu yang diderita rakyat West Papua sekaligus bersolidaritas penuh sebagai rakyat Pasifika mengutuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan di depan pintu kami sendiri,” ujar Taurongo.

Taurongo juga mengajak seluruh pemerintahan bangsa Pasifik, badan-badan serikat pekerja, LSM untuk melakukan hal serupa. “Kita tidak bisa tinggal diam atas masalah ini atau mengabaikan protes politik dan sosial yang terus tumbuh dari Papua.”

CITI mengajukan sikap tersebut karena, lanjut Taurongo, “ketidakadilan sosial tidak boleh dibenarkan, baik itu isu di komunitas kita sendiri, maupun komunitas di negeri lain yang bermitra dengan kita, maupun dimana saja, kita harus bersuara dan bersikap atas perlakuan yang mereka alami dari tangan penindas.”

Dia juga menegaskan bahwa diam sama sekali bukan pilihan, karena rakyat West Papua harus tahu mereka tidak menderita sendirian, “karena kita sebagai serikat pekerja, dan mudah-mudahan, juga sebagai negara dan kawasan akan berdiri bersama mereka serta berbicara apa adanya.”

Sebagai presiden CITI, Taurongo Wynn menegaskan serikatnya memiliki ikatan moral untuk menyatakan sikap.

Dirinya juga mengatakan bahwa seluruh organisasi guru di tingkat nasional lainnya sudah menyatakan dukungannya, “semuanya mengutuk peristiwa-peristiwa yang hanya bisa disimpulkan sebagai kejahatan terhadap orang asli di West Papua.”  

“Sosial media sudah banjir informasi, sehingga tidak bisa lagi diabaikan media dunia, serta media pasifik,” ujarnya.

CITI terbentuk di tahun 1978, dengan 300 anggota. Taurongo Wynn mengatakan selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan guru perempuan seperti Tiraa Anguna, Teina Etches dan Nga Charlie, jaringan perempuan yang kuat melalui Asosiasi Guru Perempuan sudah terbentuk. Sejak itu keanggotaan regional dan global telah dicapai oleh serikat guru tersebut.

CITI juga merupakan satu-satunya serikat Guru yang melakukan aksi mogok industri di Kepulauan Cook sejak kemerdekaannya. Pemogokan itu terjadi tahun 1997 terkait kejatuhan ekonomi yang memotong gaji guru besar-besaran. Mereka melakuan 5 hari pemogokan yang berujung pada peradilan perindustrian.   

Taurongo Wynn mengonfirmasi bahwa pihaknya akan memimpin badan eksekutif COPE untuk terus memperluas tekanan dan memperbesar solidaritas terhadap isu West Papua. Resolusi akan diajukan lebih lanjut pada Internasional Pendidikan Agustus tahun depan.

Konsil Pendidikan Pasifik (COPE) adalah organisasi regional serikat pendidikan dari Kawasan Pasifik Selatan. COPE adalah anak cabang Internasional Pendidikan (EI) divisi kawasan Asia dan Pasifik. COPE berkantor di Suva, Fiji. 

Serikat-serikat guru yang menjadi anggota COPE mewakili negara Australia, Kepulauan Cook, Fiji, Kiribati, Selandia Baru, PNG, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu, Vanuatu, serta Wallis dan Futuna.(*)

loading...

Sebelumnya

Benny Giay : Jangan jadi generasi muda dengan nasionalisme buta

Selanjutnya

TNI Akan “Cetak” 260.000 Hektare Sawah Baru, Termasuk di Papua

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34319x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22552x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18763x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe