Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Ilustrator Koran Jubi launching buku perdana
  • Senin, 10 Desember 2018 — 19:55
  • 855x views

Ilustrator Koran Jubi launching buku perdana

"Bahasa gambar cepat membuat orang sakit hati juga. Kartun editorial harus cerdas. Kita memainkan ide dan mengolah rasa"
Seorang peserta ketika menunjukkan buku "Kartun Pace Jubi" karya Saut Marpaung  - Jubi/Tanah Papua

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ilustrator Koran Jubi dan www.tabloidjubi.com, Saut Marpaung, me-launching buku perdana di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, Senin (10/12/2018).

Buku tersebut merupakan kumpulan karikatur yang dibuat Saut selama terbit di Jubi sejak tahun 2010. Karikatur-karikatur nyentrik itu menyentil situasi terkini di Tanah Papua. Terkadang menggelitik dan sarkastis. 

Yunus Wafum, yang mewakili ISBI Tanah Papua, ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan media massa tak hanya berupa teks tapi juga gambar. 

Cara pengungkapan fakta dilakukan dengan banyak cara, baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya melalui karikatur.

"Karena karikatur diambil dari bahasa Bali (karike), artinya gambar olok-olok. Sebenarnya, isinya pesan tapi tidak secara langsung. Inilah gaya penyampaian pesan oleh media," kata Wafum, di hadapan peserta, yang terdiri atas mahasiswa, praktisi, dan jurnalis.

Ia mengatakan Jubi tidak asing lagi di Jayapura. Dia juga menyajikan produk jurnalistik sesuai dengan apa yang terjadi.

"Ini adalah koran yang baik," ujarnya.

Melalui forum ini, dia mengajak mahasiswa agar mempelajari banyak hal, terutama saat seminar, diskusi, launching buku, dan lain-lain.

"Sehingga apresiasi kami luar biasa untuk memperkenalkan media. Ini pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Wartawan dan profesor tahu satu (bidangnya), tapi mendalam. Wartawan tahu banyak tapi sedikit. Yang penting kita tahu bidang itu," katanya.

Di tempat yang sama, ilustrator Saut Marpaung, mengatakan karikatur dengan karakter utama Pace Jubi dilatarbelakangi edisi cetak. 

"Kita sediakan kolom visual. Maka kita sepakat buat karakter. Saya juga punya sampel terhadap tokoh yang mudah diingat. Pace Jubi punya karakter berbeda," kata Saut.

Kolom editorial visual berbentuk karikatur, katanya, proses awal, Pace Jubi agak lonjong-lonjong. Tahun 2010. Masih satu kolom. Hingga dibuat penyampaian yang lebih terarah. Balik ke dua kolom. Hitam putih. Itu tahun 2014. 

"Sekarang kita masuk dengan teknik digital," kata Saut, yang juga dosen di ISBI Tanah Papua itu.

Dia bercerita, soal filosofi karakter, awalnya menggambarkan masa lalunya. 

"Sosok diri saya. Saya buat itu, saat saya monyong tapi ada beberapa pertimbangan. Saya sedikit ikal tapi dibuat lebih keriting. Kenapa dua antena? Itu simbol keseimbangan. Pada dasarnya itu kejujuran," kenang pria berdarah Batak ini.

Proses pembuatan Pace Jubi, dilalui lewat rapat redaksi mingguan. Sidang redaksi mengusulkan topik terhangat, dipertimbangkan, lalu diputuskan untuk dibuat oleh sang kartunis, hingga diserahkan ke layout untuk dicetak.

"Saat ide dapat, tujuan dapat, tinggal dapat objek yang lain. Redaktur dan wartawan juga kasih masukan. Biasanya yang masuk level Pace Jubi, intinya soal masyarakat yang tidak adil."

Salah satu narasumber, Hendrikus David Arie Mulyanto, ilustrator dari Suara Pembaharuan, mengatakan sejak 2010 dia menjadi ilustrator di Suara Pembaharuan Jakarta.

Ketika masuk ke dunia jurnalistik, selain senang menggambar, bisa sharing dengan senior, ilustrator juga harus sering baca buku untuk meng-update isu-isu menarik. 

Menurut pemenang penghargaan Adinegoro 2013 dengan judul karikatur "RIP Penegakan Hukum" itu, karya jurnalistik semacam karikatur bukan soal gambarnya, tetapi apakah pesannya sampai ke masyarakat atau tidak.

"Kita memberikan opini. Bukan sekadar gambar, tapi ada yang tersurat dan tersirat. Saya baru garap kartun editorial 2012. Di situ saya punya tantangan," kata Hendrikus.

"Bukan hanya ilustrasi tapi ada intisari. Penyeimbang itu kartun. Kartun itu penyeimbang. Kita nakal tapi harus cerdas," lanjutnya.

Bahasa gambar ternyata mencongkel hati. Begitu saat dirinya juara pada 2012. Temanya seni melawan teroris dengan seni. Dia menang.

"Bahasa gambar cepat membuat orang sakit hati juga. Kartun editorial harus cerdas. Kita memainkan ide dan mengolah rasa," ujarnya.

Launching semakin seru meski hujan mengguyur kawasan Expo, Senin siang. Kegiatan yang diselingi pembacaan puisi dan paduan suara Di Sana Pulauku menghangatkan suasana.

Pemimpin Redaksi Jubi, Angela Flassy, mengatakan Pace Jubi merupakan pandangan redaksi media yang dipimpinnya terhadap situasi Papua.

"Pace Jubi lahir karena di Papua tidak bisa semua kita tulis. Rutin tiap kali terbit ada. Ini kan sindiran tapi kadang terang-terangan," ujarnya.

Kartun atau karikatur merupakan salah satu karya jurnalistik yang disampaikan kepada publik. Ada nilai seninya, ada kontrol sosialnya. 

"Saya pikir ini luar biasa," kata Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireuw.

Menurut dia, hal yang dilakukan Saut perlu ditingkatkan. Apalagi Saut juga anggota organisasi profesi yang dipimpinnya itu.

Di tempat yang sama, Koordinator Komunitas Sastra Papua, Andy Tagihuma, menilai banyak ilustrasi tentang Papua yang dibuat orang dari luar Papua kadang melenceng. 

Ia mencontohkan bila mereka menulis tentang Papua, gambarnya honai, padahal diulas tentang Manokwari, Merauke, atau daerah lain yang rumah adatnya bukan honai.

Oleh karena itu, Andy berharap agar di kemudian hari muncul "Saut-Saut" yang lain, yang menyuarakan Papua sesuai dengan kondisi yang ada. (*)

loading...

Sebelumnya

Sepanjang 2018, terdapat 68 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Selanjutnya

Peringati hari HAM sedunia, Ini yang dilakukan delapan komunitas pemuda Papua

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe