TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Omset penjual buah pinang menurun
  • Senin, 10 Desember 2018 — 20:36
  • 773x views

Omset penjual buah pinang menurun

"Kalau pinang banyak saya bisa laku Rp500 ribu setiap hari, kalau sedikit bisa  dapat Rp300 ribu," ujar Marice saat ditemui di area tempatnya berjualan, Senin (10/12/18).
Mama Marice Yowari sedang merapikan dagangannya - Jubi/Ramah.
Ramah
[email protected]
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Omset sejumlah pedagang pinang di pasar tradisional Jayapura menurun beberapa hari terakhir. Menurunnya omset ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya berkurangnya stok dan mahalnya harga ambil buah pinang.

Salah seorang pedagang, Marice Yowari mengatakan, biasanya ia mendpat omset Rp500 ribu dalam sehari. Namun saat ini ia hanya mendapat maksimal Rp300 ribu.

"Kalau pinang banyak saya bisa laku Rp500 ribu setiap hari, kalau sedikit bisa  dapat Rp300 ribu," ujar Marice saat ditemui di area tempatnya berjualan, Senin (10/12/18).

Hal serupa disampaikan Yowari. Ia mengaku, saat ini harga pengambilan buah pinang cukup tinggi. Sehingga ia berinisiatif mengurangi pengambilan yang berdampak pada omset penjualan.

"Kalau buah pinang banyak saya ambil banyak penghasilan juga saya banyak. Kalau di encer satu tumpuk Rp10 ribu isi sembilan buah ditambah tiga buah sirih karena pengambilannya mahal Rp200 ribu satu tumpuk di pasar Hamadi," jelasnya.

Kondisi ini diraskan hampir semua pedagang pinang di Pasar Tradisional. Rata-rata penghasilan mereka menurun hingga 20 hingga 30 persen. Hamdan misalnya mengaku jika penjualan buah pinang tidak stabil. Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi selama dua bulan terakhir.

"Kadang hari ini mahal, besok murah lagi karena tidak ada yang masuk. Satu karung Rp700 ribu karena lagi kosong, kalau murah Rp250 satu karung," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Fotografi tidak hanya sekadar hobi

Selanjutnya

Pasca langka, kini harga telur ayam meroket

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe