TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Diskriminasi OAP, puluhan pegawai PLN WP2B gelar aksi damai
  • Senin, 10 Desember 2018 — 21:06
  • 969x views

Diskriminasi OAP, puluhan pegawai PLN WP2B gelar aksi damai

Samuel Farwas Koordinator Forum Komunikasi Orang Papua, Senin (1012/2018) mengatakan, menurut database kepegawaian, sangat minim orang asli papua yang dipekerjakan di PT PLN.
Perwakilan dari pedemo damai ini melakukan pemasangan terhadap pintu-pintu pejabat senior di jajaran PLN WP2B (Jubi/Sindung)
Sindung Sukoco
[email protected]
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Puluhan pegawai PT PLN WP2B yang tergabung dalam Forum Komunikasi Orang Asli Papua (Forkop) menggelar aksi damai menuntut dihapuskannya diskriminasi pada orang asli Papua.  Dalam orasinya, mereka menuntut agar Dirut PLN Pusat hingga daerah mau berdialog untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Samuel Farwas Koordinator Forum Komunikasi Orang Papua, Senin (1012/2018) mengatakan, menurut database kepegawaian, sangat minim orang asli papua yang dipekerjakan di PT PLN. Menurut Samuel, orang Papua menjadi minoritas bahkan di tanahnya sendiri. Aksi ini sempat diwarnai penyegelan palang pintu oleh para karyawan.

“Menurut data base kepegawaian PT PLN WP2B orang Papua disini sangatlah minim dan minoritas dimana yang ada bekerja itu sekitar 300 orang atau sekitar 22,1 persen dari 1294 orang, dan itu tersebar dari mulai kepala burung hingga merauke dan kantor wilayah disini bahkan per lantainya bisa dihitung jari dan ini menujukkan minoritas di kampung sendiri,” ujar Samuel Farwas Koordinator Forum Komunikasi Orang Papua, Senin (1012/2018).

Menurutnya, Forkop sudah pernah bersurat kepada manajemen PLN untuk lebih mengutamakan merekrut Orang Asli Papua. Namun hal tersebut tak mendapat perhatian dari managemen. Selain itu, Samuel juga menyoroti promosi jabatan yang di dominasi terhadap suku tertentu untuk mengisi sebuah posisi.

“Kami orang asli Papua merasa tak mendapatkan perhatian itu, kami pernah juga melayangkan kepada presiden Joko Widodo dan bertemu Dirut utama PLN dan pak dirut berjanji akan memberikan kesempatan bagi orang asli Papua,” ujarnya.

Salah seorang peserta aksi, Victor Lauw menambahkan, protes yang dilayangkan pegawai ini merupakan bentuk protes terhadap manajemen yang beberapa waktu lalu menggelar promosi jabatan namun tak melalui mekanisme yang sesuai standar. Perusahaan tak melihat SDM dan kemampuan perorangan dari orang asli Papua.

"Sejak tahun 1963 berdiri, manajemen PLN khususnya pengelola SDM tidak melihat kami, dan kami merasa tak diberdayakan dan kami dianggap tak mampu, dianggap salah. Mereka lupa tanpa adanya kami, program Papua Terang tak berjalan dengan baik,” katanya.

General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat, J. A Ary Dartomo mengatakan bahwa managemen PT PLN menerima aspirasi pegawai yang tergabung di Forkop PT PLN Papua. Sebagai tindak lanjut, persoalan ini akan dibahas di tingkat manajemen.

“Semua aman, hanya penyampaian aspirasi saja. Besok kita akan bahas di managemen," ujar Ary Dartomo. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Legislator: Paripurna RAPBD jangan sekadar formalitas

Selanjutnya

Polisi tangkap 96 peserta aksi peringatan hari HAM sedunia di Mimika

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe