Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. DPRP dan MRP desak Komnas HAM investigasi penembakan Nduga secara menyeluruh
  • Selasa, 11 Desember 2018 — 06:46
  • 1054x views

DPRP dan MRP desak Komnas HAM investigasi penembakan Nduga secara menyeluruh

DPR Papua akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi, tambah Yunus.
Kantor Komnas HAM di Jakarta - IST

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Yunus Wonda, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua) mendesak Komnas HAM melakukan investigasi menyeluruh setelah pasukan keamanan diduga menewaskan empat warga sipil selama operasi anti-pemberontakan pekan lalu yang mengikuti pembunuhan 17 pekerja konstruksi oleh pemberontak separatis.

“Kami meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka harus menyelidiki tidak hanya insiden Desember ini, tetapi juga apa yang terjadi pada Juli lalu, ”kata Yunus Wonda, ketua dewan, kepada Jubi, Senin (10/12/2018).

DPR Papua akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi, tambah Yunus.

Tapi sekarang, katanya Nduga masih tertutup untuk warga sipil, termasuk anggota DPR Papua.

Secara terpisah, Timotius Murib, ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), mengatakan Pansus Sipol MRP telah memiliki rencana untuk menyelidiki serangan 2 dan 3 Desember yang diklaim dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan juga laporan gereja yang menyebutkan 4 warga sipil tewas selama evakuasi.

“Karena MRP ini adalah badan perwakilan untuk Orang Asli Papua, kami tidak melihat kasus Nduga sebagai masalah terpisah, tetapi bagian dari apa yang telah terjadi sejauh ini di Papua,” tambah Timotius.

Pada hari Senin (10/12/2018), Samuel Tabuni seorang tokoh muda Papua mengatakan pasukan keamanan menembak mati empat warga sipil antara tanggal 3 -5 Desember, termasuk setidaknya satu pendeta, saat tim evakuasi yang terdiri dari TNI dan Polri berusaha untuk mengambil mayat para pekerja yang dibunuh oleh gerilyawan TPNPB di Mbua, Yall dan Yigi di Nduga. Semua informasi ini dia dapatkan dari keluarganya.

“Dua tewas di Mbua dan dua di Yigi. Satu orang yang terbunuh di Mbua adalah paman saya. Namanya Yulianus Tabuni, ” kata Samuel

“Paman saya adalah anggota majelis di Mbua. Dia bukan anggota TPNPB,” kata Samuel.

Dia juga mengatakan keluarganya menyebutkan bahwa pasukan pemerintah telah menekan beberapa pendeta di daerah itu untuk memberi mereka informasi tentang para anggota TPNPB. (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi tangkap 96 peserta aksi peringatan hari HAM sedunia di Mimika

Selanjutnya

Caleg perempuan jangan jadi pelengkap Parpol

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe