Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Buku "Dunia Dalam Genggaman Papua " akan diluncurkan
  • Selasa, 11 Desember 2018 — 15:46
  • 2432x views

Buku "Dunia Dalam Genggaman Papua " akan diluncurkan

Buku ini dapat jadi jalan tengah atau solusi terpakai polemik persoalan yang ada di Papua.
Salah seorang mahasiswa Papua ketika menunjukkan Buku "Dunia Dalam Genggaman Papua" karya Dr Jhon Managsang Wally- (Jubi/Hengky Yeimo).
Hengky Yeimo
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP
Features |
Rabu, 09 Januari 2019 | 08:32 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Gelar acara bedah buku " Dunia Dalam Genggaman Papua; sebuah fenomena Geopolitik Global” , karya Dr Jhon Managsang Wally akan mengungkap pelbagai masalah utama di Papua dan memberikan solusi secara komprehensif. Rencananya kegiatan tersebut akan berlangsung pada, Rabu, (12/12/2018 ) di Hotel Astom .

Jhon Managsang Wally mengatakan sebagai cucu dari anak penginjil asal Sangihe Talaud, dirinya meneruskan visi pendahulunya untuk membangun peradaban orang Papua.

"Perjalanan dengan mendengar nasihat orang tua bahwa kami datang dan tidak kembali, kami tinggal dan bersatu dengan orang Papua untuk tinggal sampai mati di sini, sehingga seluruh pikiran pengalaman tenaga kami persembahkan untuk masyarakat Papua dan negeri ini," katanya.

Ia mengaku dengan melihat persoalan yang terjadi di Papua kadang orang -orang menyebut Papua tanah damai, tetapi tidak menemukan itu.  Papua di sebut tanah surga tapi pemilik tanah makin habis dan kematian meningkat. Sedangkan kelahiran berkurang Menurutnya ini sangat ironis.

"Gereja juga sudah mengalami degradasi nilai, sehingga timbul pertanyaan sebagai penerus penginjil kita perlu memperbaiki dan juga adat juga semakin dilupakan, kenyataan dan harapan berbeda, sehingga tulisan ini mencari jalan keluar karena tidak hanya mengangkat fakta - fakta tetapi juga kita mencari solusi," ujarnya.

Menurutnya sekarang ini Papua dalam masalah kompleks. Sedangkan penyelesaian masih sebatas dari kelompok - kelompok kecil saja.

"Kita harus memenangkan semua pihak. Kita tidak bisa memenangkan pemerintah daerah, pusat, dan internasional entah siapapun dia. Pemerintah, adat dan agama, tiga ini harus dimenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof George Saah mengatakan telaah buku ini akan jadi referensi baru bagi masyarakat Papua . Buku ini dapat jadi jalan tengah atau solusi terpakai polemik persoalan yang ada di Papua.

"Hari ini kita melihat Papua dengan kotak-kotak dan akhirnya mereka tidak melihat hal yang besar, sehingga pada kenyataannya kita sedang dihadapi dengan berbagai macam tantangan dari dalam dan juga dari luar dan ketidaksiapan kita, itu membuat kita tidak bisa prediksi di mana dan kita bikin apa,” bebernya.

Sementara itu ketua panitia bedah buku, Laos mengatakan buku ini mengakomodir semua keinginan orang Papua yang semakin jauh dari harapan.

"Buku ini akan dilaunching dan dibedah pada tanggal 12 Desember 2018. Kita akan didiskusikan lebih detail mengenai buku ini dan menghadirkan orang-orang yang berkompeten. Untuk membicarakan isi buku dan memberikan pembobotan buku tersebut dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah Provinsi Papua," katanya.

Adapun pihak pihak yang akan membedah buku ini ialah, Profesor doktor Balthasar Kambuaya, sebagai mantan Rektor Universitas Cendrawasih mantan menteri dan pejabat negara.

Narasumber lain juga yang hadir ibu Yohana Yembise sebagai Menteri dan juga akademisi di Universitas Cenderawasih.

"Kami juga ingin melihat bagaimana beliau berbagi tentang perpektif membangun perempuan dan anak. Mengapa Karena kita berbicara mengenai geopolitik. Kita juga berbicara mengenai depopulasi orang asli Papua dan angka kematian tertinggi di Papua termasuk ibu dan anak yang paling tertinggi di Indonesia di Papua," katanya.

Pihaknya juga mengundang dari Deputi 5 kantor kepresidenan untuk ikut dan bedah buku ini. Karena Presiden Jokowi juga sudah mengeluarkan Inpres nomor 12 tahun 2017 tentang percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat. “Kami ingin mengetahui apa peran dari pada menteri-menteri dalam merespon Instruksi Presiden untuk mengisi pembangunan di daerah-daerah terlebih khusus di Papua," katanya.

Laos mengatakan, mereka juga menginginkan kita juga ingin mendengarkan langsung dari kantor staf Presiden Republik Indonesia selama ini sangat concern untuk Papua.

Pihaknya juga mengundang Doktor Adriana Elisabeth dari lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) yang mana sudah menggambarkan road map untuk Papua. "Kami juga akan mengundang Yoris Raweyai toko masyarakat Papua yang ada di Jakarta mereka mereka ini akan berbeda. Pemikiran penulis dan juga mereka juga akan memperkaya daripada isi buku tersebut ada Barnabas suebu Demas Tokoro,George Saa, Weynan Watori, dan Samuel Tabuni,” ujarnya.(*)
 

loading...

Sebelumnya

70 persen guru di Wondama belum bersertifikat

Selanjutnya

Papua harus bisa bersaing di kawasan pasifik dan global

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6002x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe