Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. AS tangkap tokoh agama dan pegunjuk rasa di perbatasan
  • Selasa, 11 Desember 2018 — 21:46
  • 655x views

AS tangkap tokoh agama dan pegunjuk rasa di perbatasan

Lebih dari 400 pengunjuk rasa, banyak tokoh gereja, masjid, sinagoga dan warga suku asli, meminta penghentian penahanan dan pemulangan pengungsi tersebut
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP
Features |
Rabu, 09 Januari 2019 | 08:32 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

San Diego, Jubi - Sebanyak 32 pemuka agama dan pengunjuk rasa yang berlutut di depan polisi antihuru-hara ditangkap di pagar perbatasan Amerika Serikat di San Diego saat berunjuk rasa mendukung kafilah pengungsi Amerika Tengah.

Lebih dari 400 pengunjuk rasa, banyak tokoh gereja, masjid, sinagoga dan warga suku asli, meminta penghentian penahanan dan pemulangan pengungsi tersebut dan menyeru Amerika Serikat menyambut kafilah itu, yang tiba di Tijuana, Meksiko, pada November.

Sambil bernyanyi dan berdoa, para pemuka agama bergerak maju dalam formasi empat sampai enam baris, sebagian mengenakan kemeja bertuliskan, "Cinta Tak Kenal Batas". Mereka diborgol dan digiring oleh petugas keamanan federal memasuki kawasan terlarang di depan pagar itu.

"Sebagai penganut Kristen, yang percaya pada nilai bersama kemanusiaan, kami menyeru AS menghormati hak para pendatang," kata sekretaris jenderal Komite Layanan Sahabat Amerika, Joyce Ajlouny,  saat melakukan aksi sepekan untuk mendukung para pendatang itu.

Juru bicara Patroli Perbatasan AS Theron Fransisco mengatakan 31 orang ditangkap oleh Dinas Perlindungan Federal karena melintas dan seorang lagi oleh Patroli Perbatasan karena menyerang seorang petugas.

Penangkapan itu menandai konfrontasi kedua dengan pihak berwenang AS sejak kafilah tersebut mencapai Tijuana. Petugas Patroli Perbatasan melepaskan tembakan gas air mata ke arah para migran pada 25 November setelah mengatakan para migran melempari bebatuan ke arah para petugas.

Ribuan migran tinggal di tempat-tempat penampungan penuh sesak di Tijuana setelah meninggalkan Amerika Tengah menghindari kemungkinan dan kekerasan. Mereka mungkin harus menunggu selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk memperoleh perlindungan di perbatasan AS itu.

Data yang dikeluarkan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS (CBP) menunjukkan pada Senin, klaim permintaan suaka di perbatasan Meksiko-AS naik 67 persen pada tahun fiskal 2018 dari setahun sebelumnya.

Para pejabat AS mengatakan klaim itu sebagian besar diterima, membuka peluang untuk mengizinkan para pendatang masuk ke AS selagi mereka menunggu sidang di pengadilan mengenai perkara suaka mereka.

Sedangkan para pemimpin protes mengatakan Presiden Donald Trump telah melukiskan kafilah itu ancaman keamanan untuk menghadapi agenda "anti-pendatang" dan membatasi lagi upaya para pengungsi mencari suaka.

Seorang hakim AS pada November menghentikan pernyataan Trump untuk melarang para pengungsi melintasi perbatasan AS-Meksiko secara ilegal guna mencari suaka. (*)

loading...

Sebelumnya

Pengadilan Kanada pertimbangkan jaminan pemimpin Huawei

Selanjutnya

Penembakan di pasar Natal Strasbourg tewaskan tiga orang

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6002x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe