Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Kisah penjual jagung rebus mengantarkan anaknya jadi polisi
  • Rabu, 12 Desember 2018 — 08:44
  • 1821x views

Kisah penjual jagung rebus mengantarkan anaknya jadi polisi

Penjual jagung rebus selama 10 tahun selalu optimistis dengan berjualan jagung bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga sukses. Bahkan menjadi polisi.
Penjual jagung rebus di pasar tradisional Hamadi - Jubi/Ramah

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

BERJUAL jagung rebus adalah keseharian bagi Jinne, perempuan 70 tahun. Tak ada istilah pensiun bagi seorang pedagang, karena itu, meski termasuk berusia lanjut, ia setiap hari tetap berjualan.

Jinne berjualan jagung rebus di pasar tradisional Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua. Bahkan perempuan asal Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan tersebut sudah berjualan jagung rebus selama 10 tahun untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Memiliki anak tujuh orang salah satu pendorong bagi Jinne untuk terus bersemangat mencari rezeki. Ia juga mengumpulkan uang agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan lebih baik dan sukses berkarier.

Jangan heran, tekad untuk menyekolahkan anak-anaknya tersebut bisa mendorong putranya bisa mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.

"Dua anak saya menjadi polisi, satu bertugas di Polda Papua dan satunya lagi bertugas di Polsek Entrop," kata Jinne, saat berbincang dengan Jubi di tempat ia berjualan, Sabtu, 8 Desember 2018.

Selalu ada kisah menarik, bahkan kisah sedih di balik kesuksesan keluarga yang menghadapi hidup dengan penuh perjuangan.

Jinne pernah mengurus ketujuh anaknya sambil merawat suaminya yang sakit selama 25 tahun, hingga sang suami meninggal dunia. Setiap hari ia berjualan dengan rasa khawatir kalau-kalau hasil ia berjualan tidak mampu mendapatkan uang yang cukup untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Namun berkat kegigihan dan ketabahannya ia bisa menjalani semuanya dan tak lupa bersyukur atas setiap rezeki yang diperolehnya.

"Saya sendirian yang mencari nafkah untuk keperluan hidup anak-anak, kasih sekolah dan kasih makan anak-anak sampai kerja dan menikah," ujarnya.

Kasih sayang sepenuh hati tersebut masih ia tunjukkan dengan semangat mencari nafkah meski di usia tua.

Walaupun ia mengaku pendengarannya sudah mulai berkurang dan rambutnya terlihat memutih, namun raut wajahnya yang keriput masih memancarkan kebahagiaan dan tak pernah lelah.

Setiap hari, Jinne berangkat dari rumah miliknya sendiri ke pasar untuk berjualan jagung rebus pada pukul 9 pagi. Kemudian di pasar ia duduk menunggu jualannya hingga pulang ke rumah sekitar pukul 5 sore.

"Sehari bisa laku satu karung yang isinya 120 buah jagung, saya jual tiga buah Rp 10 ribu, kadang kalau sudah sore belum habis, saya jual obral tiga buah Rp 5 ribu, daripada rugi," katanya.

Artinya, kalau bisa menjual tiga buah Rp 10 ribu ia bisa mendapatkan Rp 400 ribu per hari. Tinggal mengurangi biaya modal harga sekarung jagung dan biaya merebusnya.

Modal membeli jagung adalah Rp 2.500 per buah atau Rp 300 ribu per karung. Jadi jika laku, ia bisa membawa pulang Rp 100 ribu per hari.

Penjual jagung rebus lain di pasar tradisional Hamadi adalah Hatija, 49 tahun. Perempuan yang juga asal Bugis, Makassar ini juga sudah berjualan selama 10 tahun.

Ia mengaku kesulitan sudah menemaninya sejak dilahirkan ke dunia. Namun, ia tidak ingin nasib yang sama terjadi pada anak-anaknya. Hasilnya, apa yang diperjuangkannya berbuah manis.

Panas jagung rebus menyulut semangatnya lebih giat dalam bekerja. Saat matahari belum menunjukkan keperkasaanya di langit biru, Hatija sudah ke pasar membeli jagung mentah.

Sampai di rumah, ia segera merebus jagung tersebut untuk dijual ke pasar karena saat pagi harilah banyak pembeli jagung rebus.

Ia berangkat dari rumah pukul 9 pagi dan berjualan sampai pukul 5 sore. Ia bersyukur selalu ada uang sisa buat modal dan keperluan sehari-hari, juga menabung sisanya.

"Anak saya harus berhasil, meski hidup pas-pasan, makanya saya kerja keras agar anak-anak saya bisa sukses," ujarnya.

Meski suaminya masih hidup, Hatija tidak ingin hanya menggantungkan hidup dari hasil keringat dari suami. Ia tidak mau berpangku tangan di rumah.

Menurutnya, dengan berjualan jagung rebus dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya sehingga merasa tidak ada kekurangan lagi.

Hatija menceritakan, selama 10 tahun berjualan jagung rebus, ia mampu menyekolahkan anak hingga juga menjadi polisi.

"Anak saya enam orang, satu orang menjadi polisi dan sekarang dia tugasnya di Polda, anak saya yang lainnya sudah menikah, yang belum menikah masih sekolah ada dua orang," katanya.

Bukan tidak mudah menyekolahkan anak hingga sukses. Di balik itu ada pengorbanan dan lelah demi kebahagiaan anaknya.

Baginya menjadi orang tua adalah tugas yang berat, tapi itulah amanat yang diberikan Tuhan agar saling mengasihi sesama manusia. Hatija mengaku prospek berjualan jagung rebus sangat bagus.

"Alhamdulillah, satu hari saya bisa laku satu karung atau 130 buah, saya jual tiga buah Rp 10 ribu, setiap hari laku, kalau tidak laku saya obral dari tiga buah Rp 10 ribu menjadi tiga buah Rp 5 ribu," katanya.

Hatija mengaku selalu bersyukur, rajin menabung, tidak boros, selalu berdoa, serta berusaha agar bisa meraih kesuksesan.

Ia juga selalu mendorong anak-anaknya agar sukses.

"Pulang sekolah saya selalu suruh mereka untuk rajin belajar, karena bila sukses suatu hari nanti untuk mereka juga," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasca langka, kini harga telur ayam meroket

Selanjutnya

KLB II KAP-Papua untuk selamatkan organisasi dan pengusaha asli Papua

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe