Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Niue tuntut organisasi Swedia akibat nama domain
  • Rabu, 12 Desember 2018 — 11:34
  • 405x views

Niue tuntut organisasi Swedia akibat nama domain

Premier bangsa tersebut, Toke Talagi, mengatakan Niue telah kehilangan pemasukan hingga jutaan dolar, karena perjanjian lisensi yang rumit atas domain tersebut.
Niue. - RNZI

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Stockholm, Jubi - Dalam gugatan hukum yang diajukan minggu lalu di Pengadilan Stockholm, tim pengacara yang mewakili Pemerintah Niue berupaya untuk menuntut organisasi The Internet Foundation (IIS) di Swedia, untuk membayar kerugian antara $ 27 juta sampai $ 37 juta, atas apa yang dianggap penggunaan domain ‘.nu’, umumnya diletakkan di bagian akhir situs web, yang ‘tidak adil’.

Premier bangsa tersebut, Toke Talagi, mengatakan Niue telah kehilangan pemasukan hingga jutaan dolar, karena perjanjian lisensi yang rumit atas domain tersebut.

Dalam masa-masa awal internet, perusahaan yang sekarang menjadi Internet Assigned Numbers Authority (IANA), menetapkan kode negara ranah internet tingkat teratas (country-code top-level domain; ccTLD) ke negara-negara - contohnya .au di Australia, .id di Indonesia, dan .nu untuk Niue.

Par Brumark, pengacara Pemerintah Niue dalam kasus ini, mengatakan kepada program Pacific Beat dari ABC bahwa mereka menuntut IIS di Swedia, yang merupakan pemegang domain .nu saat ini, karena telah menggunakan domain itu secara tidak adil.

”Dalam piagam dan statuta pendirian mereka, sudah jelas dinyatakan bahwa mereka tidak diizinkan, untuk menggunakan domain tingkat teratas nasional luar negeri. Tapi mereka, tanpa persetujuan dari Niue, mengambil alih domain itu,” kata Brumark.

“Dan tentu saja, dengan begitu mereka juga (mengambil alih) keuntungan dari penjualan domain .nu di seluruh dunia, terutama di Eropa.”

IIS adalah organisasi independen yang merupakan pemegang domain .nu pada tahun 2013, setelah menandatangani kesepakatan dengan IUSN, sebuah organisasi yang berbasis di AS. IUSN sendiri telah mengambil alih domain bermasalah itu pada tahun 2003, sebagai bagian dari suatu kesepakatan dimana beberapa perusahaan afiliasinya, menjanjikan internet nirkabel gratis di Nieu sebagai balasannya.

Orang-orang, usaha-usaha, dan bahkan negara-negara dapat menghasilkan hingga jutaan dolar dari penjualan, atau lisensi situs web dan domain. Negara tetangga Niue di Pasifik, Tuvalu, juga berhasil mengumpulkan jutaan dolar dengan memberikan hak lisensi bagi perusahaan-perusahaan, untuk penggunaan ‘.tv’ dalam nama domain mereka. Pada tahun 1998, perusahaan berbasis Amerika yang dikenal sebagai DotTV setuju untuk membayar Tuvalu $ 67 juta dalam jangka 12 tahun, karena telah menjual ‘.tv’ ke perusahaan-perusahaan lain.

Karena kata ‘nu’ dapat diterjemahkan sebagai ‘sekarang’ dalam banyak rumpun bahasa di Eropa Utara, domain ini cukup populer di kalangan situs web Skandinavia. (ABC News)

loading...

Sebelumnya

Negara-negara anggota PNA perjuangkan hak atas ZEE

Selanjutnya

PM Solomon tanda tangani komitmen jaga hutan

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe