TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Mando Mote pertanyakan status polisi pelaku pemukulan dirinya
  • Rabu, 12 Desember 2018 — 17:41
  • 3032x views

Mando Mote pertanyakan status polisi pelaku pemukulan dirinya

dirinya belum bisa terima karena permohonan maaf dari pelaku hanya diwakili oleh Kapolres
Mando Mote korban pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Nabire beberapa bulan lalu - (Jubi/Doc)
Hengky Yeimo
[email protected]
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Mando Mote merupakan korban pemukulan oleh aparat kepolisian pada saat debat calon kandidat bupati Deiyai di Guest House, Nabire. Kejadian tersebut terjadi pada April lalu. Kini dia meminta penjelasan terkait status pelaku pemukulan terhadap dirinya.

"Kami sudah bicarakan bersama Kapolres Nabire dan saya selaku pihak korban terkait dengan kasus pemukulan saya bersama dengan wartawan Jubi Abeth You," katanya kepada Jubi, Rabu, (12/12/2013).

Mote mengatakan, dalam pertemuan tersebut dia menyampaikan beberapa poin serta rasa keberatan.

"Pertama mereka menyampaikan permohonan maaf kepada saya selaku korban. Dari Mabes polri mereka meminta mau dibawa kemana. Karena memang mereka sendiri pelakunya," katanya.

Mote mengatakan, dirinya belum bisa terima karena permohonan maaf dari pelaku hanya diwakili oleh Kapolres. Sedangkan pelakunya belum dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Permohonan maaf itu saya akan terima apabila pelakunya dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya.

Lanjut Mote , setelah dua bulan waktu itu ada dua orang pelaku yang dibawa ke Jayapura untuk diproses hukum. Tapi sampai saat ini dia tidak tahu prosesnya sampai di mana.

"Demi keterbukaan dan keadilan biasanya pihak kepolisian menyampaikan proses perkembangan sidang terhadap dua polisi itu kepada saya selaku korban," katanya.

Sementara itu, seorang pemuda Deiyai Dominggus Badi mengatakan, aturan hukum harus ditegakkan. "Saya harap kasus ini diselesaikan sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya. (*)


 

 

loading...

Sebelumnya

Warga Timika keluhkan mahalnya harga tiket pesawat

Selanjutnya

Bupati usulkan ada akses jalan Puncak-Timika

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe