Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Bupati Puncak: bangun Papua jangan pakai konteks Pulau Jawa
  • Rabu, 12 Desember 2018 — 20:00
  • 13067x views

Bupati Puncak: bangun Papua jangan pakai konteks Pulau Jawa

Jadi konteks Jawa dibawa ke Papua tidak nyambung. Harus pakai konteks Papua. Duduk bersama, bicara bersama. Libatkan semua elemen
Bupati Puncak, Willem Wandik - Jubi/Arjuna Pademme
Arjuna Pademme
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP
Features |
Rabu, 09 Januari 2019 | 08:32 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 


Jayapura, Jubi - Bupati Puncak, Papua, Willem Wandik mengatakan, dalam membangun Papua pihak terkait harus menerapkan konteks Papua, bukan membawa konteks dari wilayah lain, misalnya Pulau Jawa.

Hal tersebut dikatakan Wandik terkait program pembangunan di Papua, yang merupakan salah satu upaya pemerintah pusat membuka akses hingga ke pedalaman Papua, namun tak jarang para pekerja mendapat gangguan dari kelompok tertentu.

"Jadi konteks Jawa dibawa ke Papua tidak nyambung. Harus pakai konteks Papua. Duduk bersama, bicara bersama. Libatkan semua elemen," kata Willem Wandik di Jayapura, Rabu (12/12/2018).

"Daerah lain aman, kenapa Papua kacau terus, bunuh orang terus. Saya marah juga, kenapa Jawa tidak pernah banyak orang mati, kenapa Papua mati terus. Ada apa Papua. Mungkin kita salah strategi melakukan ini," ucapnya lagi.

Namun ia juga tidak sepakat warga sipil yang merupakan pekerja pembangunan infrastruktur di Papua menjadi korban kelompok tertentu.

"Kalau begini terus kapan kita (Papua) maju. Apakah harus carter pesawat terus. Kalau menembak pekerja itu orang yang tidak mengerti pembangunan dan masa depan daerah," ucapnya.

Menurutnya, jika ada hal yang dirasa perlu disampaikan, mestinya kepada pihak terkait, bukan menyerang warga sipil.

"Kalau kita selalu bermusuhan masyarakat dan pembangunan korban. Makanya harus ada kerja sama yang baik semua pihak. Pemerintah daerah, Polri dan TNI harus kerja sama. Membuka diri," katanya.

Sementara Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, semua pihak yang ada di Papua tidak boleh alergi terhadap pembangunan. Akses di Papua, terutama wilayah pedalaman haru dibuka agar orang asli Papua di kampung-kampung tidak terus hidup dalam ketertinggalan.

"Suka, tidak suka proses pembangunan di Papua harus terus jalan, agar perekonomian terus bertumbuh," kata Wonda.

Jika ada pihak yang menolak pembangunan dengan alasan tertentu katanya, itu merupakan pandangan mereka. Namun DPR Papua melihat dari sudut pandang lain.

"Tapi pembangunan harus melibatkan masyarakat lokal. Kalau tidak, ini yang selalu menimbulkan kecemburuan," ujarnya. (*)
 


 


 

loading...

Sebelumnya

Bupati usulkan ada akses jalan Puncak-Timika

Selanjutnya

Pelni Timika: Puncak mudik Natal 22 Desember

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6002x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe