Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Peringati 4 tahun Paniai Berdarah, Make Papua Safe luncurkan video
  • Kamis, 13 Desember 2018 — 09:43
  • 1027x views

Peringati 4 tahun Paniai Berdarah, Make Papua Safe luncurkan video

Mac Cleod menjelaskan film ini juga sebagai aksi keprihatinan mereka terhadap besarnya dana bantuan pemerintah Australia kepada Indonesia, yang jumlahnya mencapai 320 juta dolar Amerika pada tahun 2018.
channel Youtube Make Papua Safe - dok/Jubi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi – Memperingati empat tahun kasus Paniai berdarah yang jatuh pada 8 Desember lalu, sebuah organisasi yang berpusat di Australia ‘Make Papua Safe” meluncurkan video di channel Youtube bertajuk Justice for Murdered Children.

Video berdurasi 12.44 menit berisi cuplikan kejadian kasus Paniai Berdarah dan wawancara dengan orang tua korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

“Kami membuat film ini untuk mengingat kembali dan mendukung keluarga serta kawan-kawan yang hingga saat ini masih mencari keadilan,” kata DR Jason Mac Leod dari Make Papua Safe  dalam rilis yang diterima Jubi, Sabtu (8/12/2018).

Mac Leod menjelaskan film ini juga sebagai aksi keprihatinan mereka terhadap besarnya dana bantuan pemerintah Australia kepada Indonesia, yang jumlahnya mencapai 320 juta dolar Amerika pada tahun 2018.

Seperti diketahui, Pada Mei 2018 lalu, Pemerintah Indonesia membeli 8 Helikopter Apache 64E yang mempunyai fitur yang canggih. Satu unit helikopter itu dibeli seharga 42 juta dolar AS atau sekira Rp 500 miliar lebih.

“Agak menyakitkan saat mengetahui pemerintah Australia tahun 2018 ini akan memberi Indonesia sekitar 320 juta dolar sebagai bantuan luar negeri tahun ini. Dan bantuan tersebut akhirnya membunuh anak-anak,” kata Mac Leod yang juga peneliti tentang Papua.

Kejadian paniai berdarah yang bermula dari aksi keluarga dan warga yang menuntut keadilan terhadap kekerasan terhadap beberapa anak oleh beberapa oknum anggota TNI, pada 7 Desember 2014.  Saat itu 11 orang remaja yang sedang berada di pondok natal, seperti tradisi orang di Papua saat menyambut natal. Mereka menegur seseorang yang mengendarai sepeda motor tanpa lampu. Para remaja tidak mengetahui bahwa orang tersebut adalah anggota TNI. Orang tersebut kemudian datang kembali bersama beberapa anggota lainnya, dan melakukan kekerasan kepada para anak remaja tersebut.

Senin, 8 Desember 2018, korban terparah malam itu, Yulianus Yeimo yang ditusuk sangkur dan dipukul popor senjata dalam keadaan sekarat di rumah sakit (kemudian meninggal dunia), ketika warga datang memalang jalan guna menuntut keadilan. Warga juga menari dan melakukan tarian Waita (berlari mengelilingi lapangan), sebagai wujud protes.

Kapolres dan Wakapolres Paniai saa itu, datang ke lokasi dan meminta warga membubarkan diri. Negosiasi yang berjalan alot. Aparat akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Warga berang karena aksi damai mereka, kemudian melempari pos TNI dan Polisi dengan batu. Aparat lalu balik menembak warga. Sebanyak 17 warga terluka dan 4 siswa sekolah menengah atas tewas di tempat.

Amnesty International Indonesia mencatat bahwa kasus-kasus seperti peristiwa Paniai Berdarah terus terjadi sejak era Reformasi pada 1998 silam. Amnesty International Indonesia pun menerima laporan dugaan pembunuhan di luar proses hukum oleh aparat keamanan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Pembunuhan ini terjadi terutama dalam konteks penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau berlebihan dalam menyikapi aksi protes warga.

Amnesty international Indonesia mencatat terjadi 69 kasus dugaan pembunuhan di luar proses hukum oleh aparat keamanan di Papua antara Januari 2010 sampai Februari 2018 yang memakan 95 korban jiwa.

Make Papua safe adalah gabungan beberapa organisasi yang peduli tentang persoalan Papua, di Australia maupun di luar Australia.(*)

loading...

Sebelumnya

Penelitian situs arkeologi dikelola untuk publik

Selanjutnya

Pemberian gelar adat, antara berkat dan kutuk

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe