Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Pemprov Sulawesi Barat ajak masyarakat pelihara pohon
  • Kamis, 13 Desember 2018 — 13:31
  • 560x views

Pemprov Sulawesi Barat ajak masyarakat pelihara pohon

Pananaman pohon perlu dilakukan sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian seluruh masyarakat
Ilustrasi, pohon tanaman hutan, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Mamuju, Jubi - Pemerintah Provinsi Sulawe Barat mengajak seluruh masyarakat setempat menanam dan memelihara pohon secara berkelanjutan. Pananaman pohon perlu dilakukan sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian seluruh masyarakat

"Tanam dan pelihara pohon secara berkelanjutan, untuk mitigasi perubahan iklim dan merehabilitasi hutan dan lahan," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar, Fakruddin, Rabu, (13/12/2018).

 Menurut dia, menanaman pohon selalu menjadi sebuah kegiatakat n yang penting, untuk mengembalikan vegetasi lahan dan hutan yang terdegrasi.

“Menanam pohon se-Indonesia termasuk di Sulbar bertujuan menjaga dan melestarikan alam dalam rangka mengembalikan kondisi vegetasi sebagai upaya dan tindakan menyeluruh yang diperlukan bagi pemulihan aliran daerah sungai,” kata Fakruddin menjelaskan.

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Angraeni Anwar, berharap agar pohon tidak hanya ditanam, tapi juga harus dipelihara.

"Setelah kejadian banjir besar beberapa bulan yang lalu tentunya himbauan kita kepada masyarakat jangan menebang pohon sembarang tempat, khususnya di hulu sungai dan juga untuk tanah agar tidak longsor, kata Enny.

Ia mengatakan masyarakat berkewajiban menjaga lingkungan tidak cukup hanya menanam pohon belaka, tetapi perlu memiliki tujuan besar dengan melakukan pemulihan kondisi lahan atau hutan secara luas.

Menurut Enny kalkulasi kerugian ekonomi telah dilakukan untuk menilai dampak dari kerusakan DAS. Selain itu data menunjukan kerugian akibat erosi di pulau jawa pada tahun 2005 sudah mencapai 400 Juta dolar AS per tahun.

Indeks ketersediaan air Jawa dan Bali mencapai 60 persen penduduk indonesia bermukim, berdasarkan survei 1986 sebesar 1.750 m3 per kapita setiap tahun dan sudah termasuk kategori kritis menurut klarifikasi intitut sumber daya air dunia.

Sedangkan laju pertumbuhan penduduk rata-rata, menurut dia, 1,1 persen per tahun hal tersebut menunjukkan krisis sumber daya air yang akan terjadi bila kerusakan DAS terus berlangsung.

"Saya juga mengharapkan kepada kepala dinas kehutanan bagaimana mengedukasi masyarakat untuk menjaga lingkungan hidup dan tidak menebang pohon sembarangan dan juga mari menanam sebanyak-banyaknya dan menjaga lingkungan demi generasi ke depan," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kalteng siap jadi percontohan peradilan pidana terpadu perempuan

Selanjutnya

Rehabilitasi anak korban bencana Sulteng hingga Maret 2019

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe