Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Kepala suku di Sentani Timur dukung pemetaan wilayah adat
  • Kamis, 13 Desember 2018 — 17:30
  • 1420x views

Kepala suku di Sentani Timur dukung pemetaan wilayah adat

Sejumlah kepala suku di wilayah Distrik Sentani Timur menyatakan komitmen untuk mendukung penuh kinerja tim GTMA di wilayah tersebut.
Sejumlah Ondofolo di Sentani Timur yang menyatakan komitmen mereka untuk membantu GTMA dalam melaksankan tugas pemetaan - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP
Features |
Rabu, 09 Januari 2019 | 08:32 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Gugus Tugas Masyarakat Adat (GTMA) telah memulai sosialisasi pemetaan wilayah adat di Kabupaten Jayapura yang diawali di Kampung Ayapo Distrik Sentani Timur, Kamis (12/13/2018).

Dalam kegiatan ini, sejumlah kepala suku di wilayah Distrik Sentani Timur menyatakan komitmen untuk mendukung penuh kinerja tim GTMA di wilayah tersebut.

Pada kesempatan ini, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, hadir guna memberikan arahan serta menjelaskan hal-hal penting yang akan dilaksanakan oleh tim GTMA bersama sejumlah stakeholder terkait pengukuran batas wilayah adat di Sentani Timur.

“Ketika kita berbicara adat, tidak bisa dipisahkan dari apa yang disebut tanah, hutan, dan semua yang kita miliki. Tanah di daerah bahkan di negara lain mungkin saja dimiliki oleh pemerintah, tetapi di Papua tanah dimiliki oleh masyarakat adat,” ujar Bupati Awoitauw.

Dikatakan, tanah dalam tatanan struktur keondoafian orang Sentani sudah terbagi habis berdasarkan suku, marga, dan kampung. Hal ini yang harus dipastikan secara hukum berdasarkan batas adat dan kepemilikannya.

“Dewasa ini ada pemekaran kampung dan sebagainya, tetapi batas wilayah adat tidak bisa dibagi dan dimekarkan karena adat utuh dalam keberadaanya. Berbicara soal tanah adat ini kami seringkali beradu argumentasi dengan pemerintah pusat untuk mempertahankan jati diri kita sebagai pemilik tanah di Papua, secara khusus di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Awoitauw, pemetaan yang dilakukan ini sangat penting dan harus dilaksanakan segera.

“Setelah ada hasil dari pemetaan ini, langkah selanjutnya akan didaftarkan langsung kepada Badan Pertanahan Negara untuk mengeluarkan sertifikat. Dengan demikian batas tanah adat kita jelas,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Ondofolo Jack Fiabetauw, menyampaikan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah serta tim GTMA yang akan melaksanakan tugas pemetaan di wilayah Sentani Timur.

“Kegiatan ini harus didukung penuh oleh semua ondofolo dan khoselo di wilayah timur serta semua masyarakat. Secara administrasi, ke depan sangat membantu masyarakat tetapi juga pemilik hak ulayat di wilayah ini,” pungkasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kadistrik Sentani: Penertiban PKL tetap dilakukan awal Januari 2019

Selanjutnya

Puluhan keramba ikan di Tanjung Elmo akan didata ulang

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6002x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe