TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Tujuh pekerja di Distrik Yigi berhasil dievakuasi
  • Kamis, 13 Desember 2018 — 19:48
  • 952x views

Tujuh pekerja di Distrik Yigi berhasil dievakuasi

Mereka terperangkap dan mengungsi delapan hari di hutan, namun ada masyarakat yang membantu mereka berlindung di Honai, masyarakat juga sempat memberikan beras kepada mereka
Para pekerja sosial yang berhasil dievakuasi ke Batalyon 756/WMS-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
[email protected]
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi - Tim gabungan TNI-Polri di seputaran Mbua, Yal dan Yigi kabupaten Nduga, kembali berhasil mengevakuasi tujuh orang pekerja yang saat kejadian berada di distrik Yigi.

Ketujuh pekerja tersebut untuk sementara akan ditampung di Batalyon. Mereka tiba di Yonif 756/WMS, Kamis (13/12/2018) sekitar pukul 11.55 WP dengan menggunakan helikopter milik TNI AD.

Danrem 172/PWY, Kolonel Jonatan Binsar Sianipar mengatakan, para pekerja ini mengungsi ke hutan selama delapan hari untuk menyelamatkan diri. Mereka keluar dari persembunyian setelah mendengar ada tim evakuasi yang datang. Mereka mendekati lapangan terbang di Distrik Yigi.

Mereka ialah Yusuf Sesa (50), Dedi Parompean (34), Robertus Saputra (26), Petrus Tandi (42), Toding Ngallo, Martinus Sapan (27) yang kesehariannya sebagai tukang bangunan yang bekerja membangun balai desa dari PT. Joy Karya. Di antaranya ada juga dan satu pegawai Telkomsel bernama Harri Akban (27).

“Mereka terperangkap dan mengungsi delapan hari di hutan, namun ada masyarakat yang membantu mereka berlindung di Honai, masyarakat juga sempat memberikan beras kepada mereka,” katanya.

Keenam orang pekerja sosial ini, kata Danrem, adalah dua kelompok yang terpisah dan berbeda tempat pekerjaan lalu menyatukan diri untuk mengungsi, selama delapan hari mereka makan seadanya dan menunggu situsi kembali membaik, namun mereka mendengar pasukan TNI sudah memasuki Yigi sehingga mereka merapat perlahan menemui pihak keamanan.

“Saat anggota kami patroli ke kali kemudian bertemu mereka dan mereka berlindung di Pos Yigi, harusnya kemarin kita sudah mengevakuasi mereka tetapi cuaca dan masih ada gangguan akhirnya mereka dikirim ke Mbua lewat jalan darat dan lalu ke Wamena gunakan heli,” katanya.

“Mereka yang sudah tiba ini bukan termasuk empat orang pekerja yang masih dinyatakan hilang, mereka ini kelompok lain yang terjebak, karena keadaannya kacau sehingga masyarakat di Yigi itu kabur dari rumahnya dan sampai sekarang pun Distrik Yigi masih kosong,” sambung Danrem.

Seorang pekerja, Dedi Parompean mengaku trauma dengan kejadian yang terjadi di Yal dan Yigi, Nduga. Meski tidak melihat langsung kejadian penembakan, namun dia bersama rekannya merasa ketakutan dan melarikan diri.

“Jika memang situasi keamanan sudah membaik, jika memang ada pekerjaan di sana lagi kami siap kembali,” ujarnya. (*)




 

loading...

Sebelumnya

Tim evakuasi gabungan Pemda Nduga mulai diturunkan

Selanjutnya

KPU Yalimo temukan banyak pemilih ganda

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe