Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Bupati Paniai imbau warga kampung tidak terlena dengan uang
  • Kamis, 13 Desember 2018 — 21:14
  • 934x views

Bupati Paniai imbau warga kampung tidak terlena dengan uang

Kepala desa juga harus tekan kepala sekolah agar sekolah jalan. Guru jangan pemalas. Kalau tidak lapor saya. Periksa dana BOS. Tidak boleh ada pencuri di Tanah injil ini.
Bupati Paniai, Meki Nawipa (memegang busur panah) saat membuka acara Bursa Inovasi Desa di Aula Bupati Paniai, Madi, Selasa (11/12/2018) - Jubi/Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Enarotali, Jubi - Bupati Paniai, Meki Nawipa mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan uang yang digelontorkan cukup besar dalam skema Dana Desa. Dia mengajak masyarakat fokus membangun potensi kampung yang menguntungkan masa depan.

"Kuncinya itu bagaimana supaya kita dapat membangun sesuatu yang lebih baik kita harus punya inovasi di bidang infrastruktur, ekonomi rakyat yang jalan baik, dan pengembangan sumber daya manusia untuk menunjangnya," ungkap Bupati Nawipa pada pembukaan acara Bursa Inovasi Desa di areal Kantor Bupati Paniai, Madi, Selasa (11/12/2018).

Acara yang diikuti 216 Kepala Kampung, Ketua-ketua Bamuskam (Badan Musyawarah Kampung) dari 23 distrik di Kabupaten Paniai, pimpinan Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD), Lembaga Non-Pemerintah (NGO), dan para undangan itu itu dilaksanakan untuk menentukan program-program prioritas di tingkat kampung melalui skema Dana Desa.

Dalam pidatonya, Bupati Meki Nawipa mengambil contoh inovasi pengembangan ekonomi berbasis komoditas kopi Arabika Paniai dan berbagai pelatihan SDM yang diperlukan sesuai program-program pembangunan yang diprioritaskan kampung.

"(Presiden) Jokowi kasih uang, (Gubernur) Lukas (Enembe) kasih, saya juga kasih 4-5 miliar. (tapi) Uang tidak akan bikin kita kaya dan bahagia, apalagi kita masyarakat Mee ini siapa saja yang datang kita kasi uang. Banyak uang juga habis, mo. Banyak sakit juga. Yang bisa bikin kita bangga dan bahagia itu kalau kita punya anak berhasil," kata dia.

Untuk itu Bupati memastikan dirinya siap menerima laporan langsung atas setiap pelanggaran dan penyalahgunaan uang program pembangunan di kampung.

Dia juga menekankan pentingnya peningkatan SDM dalam bentuk pelatihan manajemen penggunaan uang. "Apalagi sekarang uang langsung masuk ke kampung. Ancamannya oleh KPK lagsung kalau salah-salah pakai uang.

Terkait SDM Bupati Nawipa juga meminta agar kepala desa bekerjasama dengan guru membangun sekolah yang baik.

"Kepala desa juga harus tekan kepala sekolah agar sekolah jalan. Guru jangan pemalas. Kalau tidak lapor saya. Periksa dana BOS. Tidak boleh ada pencuri di Tanah injil ini. Tidak ada lagi macam-macam. Saya ingin lihat Paniai maju," kata dia.

Meki Nawipa meminta para kepala kampung langsung melaporkan padanya atas setiap pelanggaran.

"Kasih tau saya kalau ada pelanggaran. Urusan desa langsung dengan saya. Dan ke depan Bupati juga tidak akan pilih kepala desa, pemilihan akan dilakukan sendiri oleh masyarakat kampung," ujarnya.

Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Paniai adalah yang kelima dilaksanakan di Provinsi Papua. Mulai tahun ini, Dana Desa hanya bisa diturunkan setelah melaksanakan bursa tersebut.

Kegiatan ini terdiri dari ajang pameran program-program prioritas dan unggulan daerah di bidang infrastruktur, ekonomi rakyat dan sumber daya manusia.

Setelah selesai mengikuti acara pembukaan, para kepala desa dipanggil ke dalam Aula untuk memasuki areal pameran program guna mendapat penjelasan tentang program-program utama yang penting dilakukan di tingkat kampung.

Stand pameran Kopi Arabika Paniai jadi areal yang paling banyak disinggahi dengan antusias oleh para kepala kampung.

Kemudian itu stand sumber daya manusia. Sedangkan stand infrastruktur tampak sepi dan kurang interaksi.

Setelah mengunjungi stand-stand program, kepala kampung bersama Bamuskam lalu ke meja rembuk untuk mendiskusikan program-program yang mereka minati. Lalu mereka menuju meja konsultasi untuk mendapat pengarahan teknis atas pilihan programnya.

Dari sana mereka pindah ke meja komitmen, dimana secara tertulis masing-masing kampunh akan menetapkan komitmen programnya.

Saat ditanya apakah keputusan program-program itu sudah mengikat, Adriani, tenaga ahli P3MD dari Kementerian Desa, mengatakan belum final.

"Nanti komitmen ini dibawa pulang kembali ke kampung untuk masuk dalam pembicaraan Musrembang setempat untuk menjadi bahan diskusi dan penetapan keputusan. Setelah itu baru bisa masuk ke APBD Kampung," kata Adriani yang tampak sibuk lalu lalang mengatur mekanisme jalannya bursa itu.

Ke depan setiap tahun bursa semacam ini akan dilaksanakan. Kata Adriani setiap komitmen di bursa, berlaku satu tahun.(*)




 

loading...

Sebelumnya

Meki Nawipa bicara Kopi, pendidikan, HIV hingga “Paniai Berdarah”

Selanjutnya

Program tanam kopi "jadi idola" di Bursa Inovasi Desa Paniai

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe