Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Mengendalikan harga dengan pasar murah
  • Jumat, 14 Desember 2018 — 09:39
  • 647x views

Mengendalikan harga dengan pasar murah

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua menggelar pasar murah untuk mengendalikan harga yang cenderung naik setiap menjelang Natal dan Tahun Baru. Barang-barng bisa dijual murah karena disubsidi.
Pembeli berdesakan di pasar murah TPID Papua - Jubi/Ramah

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

TIM Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga, khususnya harga sembako (sembilan bahan pokok) menjelang Natal dan Tahun Baru. Pasar murah diadakan di Taman Imbi Jayapura, Kamis, 13 Desember 2018.

Pasar murah yang diadakan Pemprov Papua dan Pemko Jayapura bersama Bank Indonesia, perbankan, dan Bulog dengan melibatkan sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Meski digelar berkaitan dengan Natal dan Tahun Baru, pembeli bebas, termasuk non Kristiani.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto, mengatakan pasar murah digelar untuk pengendalian inflasi.

"Ini rutin diadakan, dalam setahun dua kali, di pasar murah pasti harganya lebih murah daripada yang ada di pasar-pasar biasanya," ujarnya.

Menurut Joko, harga bahan pokok sehari-hari seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, dan daging terkadang mengalami kenaikan pada saat-saat tertentu, biasanya menjelang hari-hari raya keagamaan seperti  Idul Fitri dan Natal.

"Pasar murah untuk menjaga agar harga-harga yang ada di pasar murah ini tetap bisa dijangkau oleh masyarakat dan meredakan faktor penyumbang inflasi di Papua terkait harga pangan," katanya.

Untuk mencegah pendobelan warga yang datang berbelanja, pembeli diberi tanda pada tangannya sebagai bukti sudah berbelanja di pasar murah yang menggunakan pembayaran tunai dan non tunai.

"Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan TPID untuk menstabilkan harga di pasar, harga di sini lebih murah daripada harga di pasar," katanya.

UMKM yang ikut merupakan binaan dari sejumlah instansi, baik pemeritah maupun perbankan.

"Saya berharap pembeli untuk bijak berbelanja, tidak perlu memborong takut kekurangan stok pangan, saya jamin stok pangan di Papua aman," ujarnya.

Menurut Joko, inflasi di Papua hingga November 2018 sudah melewati batas target nasional, yaitu 3,5 plus minus 1 persen. Artinya, kenaikan harga rata-rata nasional paling tinggi 4,5 persen, namun di Papua pada November ini sudah 4,8 persen.

"Untuk inflasi yang ada di Papua menjadi perhatian kita bersama, pasar murah yang ada salah satunya untuk meredam gejolak kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru," katanya.

Pelaksana Tugas Harian Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekey, mengapresiasi penyelenggaraan pasar murah di Kota Jayapura.

Ia menjelaskan harga yang jauh dari harga pasar. Misalnya telur ayam dijual per rak isi 30 butir Rp 50 ribu, jauh lebih murah dari harga pasar Rp 65 ribu. Daging 1 kg Rp 90 ribu, sedangkan harga pasar Rp 140 ribu.

Menurut Frans, kegiatan pasar murah merupakan wujud kepedulian dan juga kontribusi yang sangat berarti dari Bank Indonesia dan TPID Provinsi Papua terhadap pengendalian inflasi di Kota Jayapura.

"Sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat di Kota Jayapura," ujarnya.

Frans mengatakan biasanya harga kebutuhan pokok naik menjelang Natal dan menyebabkan terjadinya inflasi. Kondisi tersebut akan  membebani dan bahkan mengurangi daya beli masyarakat terutama keluarga ekonomi menengah ke bawah.

Karena itu kehadiran pasar murah sangat berarti bagi masyarakat dan juga sekaligus menekan inflasi di Kota Jayapura.

"Saya berharap kepada warga di Kota Jayapura yang sedang berbelanja atau akan berbelanja agar dapat memanfaatkan momentum pasar murah ini sebaik-baiknya," katanya.

Frans juga berpesan agar pembeli berbelanja secukupnya dan sesuai dengan kebutuhan.

"Itu untuk menghindari penimbunan atau ada pedagang yang berbelanja di pasar murah kemudian menjual dengan harga lebih tinggi di tempat usahanya,” katanya.

Pasar murah juga menjadi berkah bagi pelaku UMKM, seperti pengakuan Mariace Marani, penjual ikan asap yang laris manis.

"Setiap pasar murah saya ikut, sehari saya membawa 100 ekor, harga satu ekor Rp 40 ribu karena sudah disubsidi, kalau di pasar Rp 60 ribu satu ekor," ujarnya.

Pelaku UMKM lainnya, Risman, mengaku selama tiga kali mengikuti kegiatan pasar murah pendapatannya meningkat dua kali lipat.

"Saya ikut pasar murah atas undangan Bank Indonesia Provinsi Papua, semua barang yang dijual disubsidi sehingga bisa dijual murah,” ujar Risman, yang sehari-hari berjualan di Koya Barat.

Ia mencontohkan bahwa merah yang dijual Rp 25 ribu padahal harga pasar per kg Rp 45 ribu. Bawah putih dijual per kg Rp 45 ribu sedangkan di pasar Rp 55 ribu. Cabai dijual Rp 55 ribu per kg, sedangkan harga pasar Rp 90 ribu.

Karena memang murah, tak heran masyarakat Jayapura berbondong mendatangi pasar murah yang setiap hari buka mulai pukul 9 pagi.

Cuaca panas tak menyurutkan langkah mereka untuk berburu berbagai komoditas bahan pokok yang ditawarkan, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, ikan, daging, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Seorang pengunjung, Andriana Tabuni, mengaku pasar murah sangat membantu masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

"Saya beli telur ayam satu rak Rp 50 ribu, kalau beli di pasar harganya Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu, harapan saya kalau bisa setiap bulan dilakukan pasar murah agar pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga dan stok bahan pokok di Papua aman

Selanjutnya

Musa Haluk pimpin DPP KAP-Papua periode 2018-2023

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe