Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Berawal dari Uncen, lahirlah Byakologi
  • Jumat, 14 Desember 2018 — 09:53
  • 958x views

Berawal dari Uncen, lahirlah Byakologi

"Byakologi diharapkan menjadi wadah untuk menggali, mencari, menemukan, dan mengembangkan budaya Byak, sebagai landasan utama demi menjaga dan melindungi eksistensi atau jati diri orang Byak di masa depan"
Apolos Sroyer, Manfun Kawasa Byak membaca deklarasi berdirinya Byakologi - Jubi/IST

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

SEJUMLAH tokoh adat, akademisi, dan praktisi budaya Biak melakukan diskusi terarah pada 2 November 2018 di Museum Loka Budaya Uncen. Diskusi bertajuk "Mitologi Koreri dan Migrasi Orang Biak" itu menghasilkan rekomendasi agar kegiatan serupa dilakukan di Biak.

Diskusi tersebut dilatari oleh keyakinan bahwa orang Biak memiliki andil besar dalam mendorong proses perubahan dan pembangunan di Tanah Papua. Mereka membangun relasi dengan orang luar Papua seperti Maluku, Cina, dan Eropa sejak berabad-abad silam. Relasi itu menempatkan orang Biak sebagai aktor perubahan di Tanah Papua.

Namun, fakta sejarah itu dinilai merosot beberapa tahun belakangan sehingga harus diantisipasi dan tetap mendorong perubahan.

Lalu pada kesempatan kedua, digelar diskusi serupa pada 4 Desember 2018 di Aula Akademi Teknik Biak, dengan mengangkat tema “Sarisa Byak--Byakologi sebagai Pusat Kajian Budaya Byak”. 

Sebanyak 21 Mananwir yang mewakili sembilan Bar (Wilayah Adat Byak), serta perwakilan dari instansi pemerintah seperti Kepala Dinas beserta Staf Dinas Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Staf Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, dan Staf Distik Samofa. Diskusi hadir dalam pertemuan tersebut. Alhasil disepakati dengan pembentukan lembaga Byakologi.

Byakologi diharapkan menjadi wadah untuk menggali, mencari, menemukan, dan mengembangkan budaya Byak, sebagai landasan utama demi menjaga dan melindungi eksistensi atau jati diri orang Byak di masa depan. 

"Guna memperkuat komitmen tersebut, para Mananwir secara tegas mendeklarasikan pendirian Lembaga Byakologi pada tanggal 10 Desember 2018 di Biak," kata Apolos Sroyer sebagai Manfun Kawasa Byak (Ketua Dewan Adat Biak), kepada Jubi di Jayapura, 12 Desember 2028.

Dia menjelaskan Lembaga Byakologi diharapkan menjadi jawaban bagi keberlangsungan budaya dan orang Byak. 

"Selama ini orang Byak tersebar dan terpecah dalam kelompok-kelompok kecil. Kami ingin Byakologi melakukan kajian potensi budaya Byak, kemudian mengembangkannya, sehingga bisa memberikan manfaat bagi generasi orang Byak di masa yang akan datang," ujarnya.

Antropolog Universitas Cenderawasih, Dr. Johz Mansoben, menyatakan Byakologi adalah langkah maju yang dapat menolong orang Byak untuk menemukan kembali jati dirinya. 

"Saya berharap lembaga ini bisa bekerja secara independen, tidak terikat dalam struktur pemerintah maupun struktur adat. Lembaga ini diharapkan dapat melahirkan kajian-kajian kritis dan ilmiah, demi kemajuan orang Byak," ujarnya.

Salah satu pengagas Lembaga Byakologi, Jacob Ronsumbre, mengatakan pesan-pesan filosofis yang telah diwariskan oleh leluhur orang Byak, patut diwujudkan.

"Orang Byak selalu menjadi inspirator bagi perubahan dan kita wajib mempertahankan hal tersebut. Saya senang kita bisa wujudkan pesan leluhur kita, demi membawa perubahan dan perdamaian bagi Tanah Papua," kata Ronsumbre, yang juga akademisi di Uncen.

Sedangkan Direktur Belantara Papua, Markus Binur, menyebutkan, pendekatan budaya akan menolong pemerintah untuk menjabarkan dan menerapkan kebijakan-kebijakan pembangunan yang selaras dengan harapan orang Byak. 

Byakologi akan menjadi elemen penting yang dapat membantu pemerintah dengan memberikan saran-saran konstruktif. 

"Selain itu, Byakologi dapat menjadi partner dari Kankain Karkara Byak dalam menggagas upaya-upaya melindungi, melestarikan, dan mengembangkan budaya Byak.” 

Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setda Biak Numfor, Frits Gerit Senandi, dalam sambutannya mengatakan pemerintah selalu hadir dalam kegiatan Kainkain Karkara Byak (KKB). 

Dengan begitu Pemerintah Kabupaten Biak ingin mendengar secara langsung aspirasi masyarakat. 

"Pendekatan budaya merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan. Inisiatif para mananwir yang mendorong gagasan Byakkologi patut diapresiasi oleh semua pihak," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mengendalikan harga dengan pasar murah

Selanjutnya

Sosialisasi sehat di Pasar Pharaa

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : reda[email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe