Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Hindari petisi pengadilan, 27 MP Fiji sembunyi
  • Jumat, 14 Desember 2018 — 14:20
  • 511x views

Hindari petisi pengadilan, 27 MP Fiji sembunyi

Informasi itu telah dibenarkan oleh Filimoni Vosarogo, pengacara untuk pemimpin partai SODELPA, Sitiveni Rabuka, dan pemimpin NFP, Profesor Biman Prasad, kepada Fiji Times Online.
Suvavou House, dimana Kantor Jaksa Agung Fiji, Aiyaz Sayed-Khaiyum, terletak. - RNZI/ Sally Round

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi - Petugas pengadilan dan pendukung blok oposisi mengepung Suvavou House di ibu kota Fiji, Suva, hingga Rabu malam (12/12/2018), dalam upaya mereka untuk menyerahkan petisi terkait gugatan hasil pemilu November, pada menteri-menteri dan anggota kabinet Fiji.

Anggota-anggota Partai FijiFirst dilaporkan telah berdiam di dalam Kantor Jaksa Agung, sejak Selasa pagi (11/12/2018). Menurut Fiji Times Online, sejumlah MP akhirnya dilihat meninggalkan Suvavou House, Kamis siang.

Dari kubu oposisi, partai SODELPA dan Partai NFP mengajukan sengketa hasil pemilu nasional pekan lalu, dan diperintahkan untuk menyerahkan surat petisi untuk kepada 27 menteri dan MP dari FijiFirst, Mohammad Saneem dari kantor pengawas pemilu, dan mantan Menteri Perdagangan, Faiyaz Koya, sebelum kasus ini dapat dilanjutkan di hadapan Hakim Anjala Wati dan Kamal Kumar.

Sumber yang dekat dengan pengelola gedung itu mengatakan, sejumlah penjaga diperintahkan untuk menutup Suvavou House, sejak Selasa. Perintah itu kemudian diubah menjadi menolak siapa pun yang ingin memasuki Kantor Jaksa Agung.

Menteri-menteri dan MP Partai FijiFirst juga absen dari acara-acara publik. Menteri Perdagangan, Premila Kumar, tidak muncul dalam pertemuan penting dengan perwakilan beberapa industri, Rabu lalu. Menteri Perikanan, Semi Koroilavesau, juga membatalkan sejumlah pertemuan untuk hari kedua berturut-turut, Selasa dan Rabu ini, dan tidak jadi bertemu beberapa diplomat seperti jadwalnya.

Informasi itu telah dibenarkan oleh Filimoni Vosarogo, pengacara untuk pemimpin partai SODELPA, Sitiveni Rabuka, dan pemimpin NFP, Profesor Biman Prasad, kepada Fiji Times Online.

Vosarogo menjawab bahwa petugas pengadilan, Rabu pagi, telah mencoba untuk memberikan petisi kepada para responden namun mereka dihentikan. “Dari apa yang saya dengar, petugas pengadilan mendatangi Lantai 9 di Suvavou House untuk menyerahkan petisi itu. Mereka lalu ditolak dengan alasan yang tidak saya ketahui,” jawabnya.

Menurut kru Fiji Times yang bertahan di lokasi, sebagian besar dari 27 tergugat berada di Lantai 9 gedung tersebut. Namun Fiji Times tidak tahu mengapa mereka berada di situ, dan mengapa petugas pengadilan tidak diizinkan untuk memberikan petisi itu pada mereka.

Pengadilan urusan sengketa Pemilu, Court of Disputed Returns, Selasa kemarin, memerintahkan blok oposisi untuk memberikan petisi gugatan hasil pemilu 2018 secara langsung, kepada 28 responden itu dalam waktu 24 jam.

Hingga Rabu malam, kata Vosarogo, mereka hanya berhasil memberikan surat itu kepada Mohammad Saneem dari kantor pengawas pemilu.

Menurut Fiji Times Online, Saneem juga dilihat memasuki gedung itu Rabu malam, sekitar pukul 7.00. Ketika ditanyai, sebelum memasuki Suvavou House, ia hanya menjawab “saya datang dengan pengacara saya”. Saneem lalu meninggalkan gedung itu sekitar pukul 10.17 malam.

Pendukung SODELPA menanti di luar gedung itu sepanjang malam, untuk menyerahkan petisi kepada semua responden.

Menurut RNZ Pacific, karena kubu oposisi dan staf pengadilan tidak berhasil menyerahkan petisi kepada mayoritas tergugat, pengadilan telah menyetujui, Kamis pagi, agar petisi itu diumumkan melalui surat kabar.

Partai SODELPA dan NFP berkata kepada pengadilan bahwa mereka dilarang memasuki gedung Suvavou House, dimana, menurut mereka, sebagian besar MP, termasuk menteri-menteri dari FijiFirst, mendekam.

Saat keluar, salah satu MP dari FijiFirst, Menteri Pendidikan, Rosy Akbar, menanggapi pertanyaan tentang ‘pertemuan’ itu dengan merujuk media agar menghubungi Jaksa Agung, Aiyaz Sayed-Khaiyum, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum partai itu.

Sementara itu, hingga Kamis siang, beberapa anggota parlemen Pemerintah dilaporkan masih berada di Level 9 Suvavou House. (PINA)

loading...

Sebelumnya

HAM di Pasifik setelah 70 tahun Deklarasi Universal

Selanjutnya

Program vaksinasi kanker serviks direncanakan di Vanuatu

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe