Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. PBB minta Prancis dan AS tutup pangkalan militer di Pasifik
  • Jumat, 14 Desember 2018 — 14:25
  • 1752x views

PBB minta Prancis dan AS tutup pangkalan militer di Pasifik

Desakan itu terdapat dalam draf resolusi baru yang menerima suara mayoritas Majelis Umum PBB, dengan 124 suara mendukung.
Pesawat Air Force B-2 Spirit mendarat di landasan pacu di Pangkalan Udara Militer Andersen, Guam, 8 Januari 2018. - RNZI/ Supplied/US Dept of Defense

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

New York, Jubi - PBB meminta Prancis dan Amerika Serikat, untuk menutup pangkalan-pangkalan militer mereka yang beroperasi di wilayah Pasifik.

Desakan itu terdapat dalam draf resolusi baru yang menerima suara mayoritas Majelis Umum PBB, dengan 124 suara mendukung.

Draf itu, secara umum, meminta negara-negara dengan kekuasaan administrasi di wilayah-wilayah yang tidak memiliki pemerintahan sendiri, yang dapat ditemukan dalam daftar dekolonisasi PBB, untuk mengakhiri aktivitas militer dan menutup pangkalan-pangkalan militer.

Prancis memiliki pangkalan di Kaledonia Baru dan Polinesia Prancis, sementara AS memiliki tiga pangkalan militer di Guam. PBB menegaskan bahwa penghapusan kolonialisme masih merupakan salah satu prioritasnya, dan akan terus menjadi salah satu prioritasnya selama dekade mendatang.

PBB juga menyesal karena langkah-langkah yang telah diambil, untuk mengeliminasi kolonialisme dari muka bumi pada tahun 2010 belum berhasil. PBB melanjutkan dengan mengungkapkan penyesalannya, karena Prancis tidak pernah menanggapi permintaan badan itu, untuk menyediakan informasi mengenai Polinesia Prancis sejak wilayah itu resmi didaftarkan kembali pada tahun 2013.

Sementara itu militer AS juga telah menyewa dua per tiga, dari Pulau Tinian di Kepulauan Marshall sejak 1970-an. Kepulauan Marshall juga baru saja menandatangani perjanjian sewa sebesar AS $21 juta dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, untuk menggunakan landasan pacu di Tinian sebagai landasan alternatif, jika Pangkalan Udara Militer Andersen di Guam tidak bisa diakses akibat perang atau bencana lainnya. (RNZI)

loading...

Sebelumnya

Program vaksinasi kanker serviks direncanakan di Vanuatu

Selanjutnya

Kepulauan Solomon bersiap pemilu nasional 2019

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe