Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Kalteng genjot sosialisasi pencegahan pernikahan dini
  • Jumat, 14 Desember 2018 — 19:52
  • 1302x views

Kalteng genjot sosialisasi pencegahan pernikahan dini

Kalteng merupakan provinsi nomor dua dengan angka pernikahan anak usia dini
Ilustrasi, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Palangkaraya, Jubi - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang menggenjot sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini. Langkahitu dilakukan dengan menerbitkan surat edaran hingga ke tokoh-tokoh masyarakat adat.

"Kalau surat edaran itu untuk kita, semua pihak ikut berperan untuk mencegah, institusi pemerintah, lembaga masyarakat, dewan adat, tokoh masyarakat,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalimantan Tengah, Rian Tangkudung, Jum’at (14/12/2018).

Rian menyebutkan sosialiasi dimulai dari meningkatkan kepedulian soal isu pernikahan dini dan memberikan contoh kepada masyarakat. Selain itu juga akan menghitung secara kuantitatif satu  hingga tiga tahun hasilnya sebagai bahan evaluasi.

Menurut dia, kesadaran akan pencegahan pernikahan dini harus ditingkatkan karena Kalteng merupakan provinsi nomor dua. “Tertinggi tingkat pernikahan anak usia dini setelah Kalimantan Selatan,” kata Rian menjelaskan.

Tercatat Gubernur Kalimantan Tengah telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pihak untuk mencegah pernikahan dini. Termasuk kepada bupati dan wali kota yang isinya tentang mencegah dan menghapus terjadinya pernikahan di usia dini. Surat edaran itu diharapkan menjadi kesadaran semua elemen masyarakat sehingga mampu bergerak bersama-sama mencegah terjadinya pernikahan di usia dini.

“Jika banyak yang terlibat, bahkan salah satu yang aktif terlibat adalah Dewan Adat Dayak," katanya.

Keberadaan Dewan Adat Dayak itu dinilai sangat penting ikut membantu agar pernikahan dini bisa dicegah di masyarakat. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kalteng siap jadi percontohan peradilan pidana terpadu perempuan

Selanjutnya

KPK gandeng Pemprov Kalbar bentuk komite advokasi daerah

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe