Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Polisi Maladewa selidiki perjanjian gelap mantan presiden
  • Jumat, 14 Desember 2018 — 20:01
  • 1310x views

Polisi Maladewa selidiki perjanjian gelap mantan presiden

Yameen menderita kekalahan dalam pemilihan presiden pada September dan pemerintahan baru penggantinya, Mohamed Ibrahim Solih yang berusaha menentukan sejauh mana pinjaman China membiayai proyek konstruksi di negara pulau Samudera India itu.
ilustrasi pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Male, Jubi - Polisi di Maladewa memanggil mantan Presiden Abdullah Yameen, untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan atas perjanjian yang dibuatnya selama masa jabatannya. Di antara perjanjian melibatkan pembangunan prasarana oleh China.

Yameen menderita kekalahan dalam pemilihan presiden pada September dan pemerintahan baru penggantinya, Mohamed Ibrahim Solih yang berusaha menentukan sejauh mana pinjaman China membiayai proyek konstruksi di negara pulau Samudera India itu.

“Pihak berwajib menyelidiki laporan yang diserahkan lembaga negara, yang isi menyebutkan mantan Presiden Abdulla Yameen diduga melakukan transaksi keuangan gelap ketika menjadi presiden,” kata kepolisian dalam pernyataan pada Kamis, (13/12/2018)malam.

Yameen membantah melakukan kesalahan dan menyatakan mengambil pinjaman untuk mempercepat pengembangan ekonomi. Namun pengeritiknya menuduh kontrak diberikan kepada pengusaha China dengan harga meningkat, seperti pembangunan jembatan, yang menghubungkan ibu kota Male ke bandar udara di beberapa pulau, yang ditumbuhi pohon palem terkenal bagi kawasan wisata menyelam, yang mewah.

Sekretaris jenderal Partai Progresif Maladewa, Mohamed Hussain Shareef, mengatakan polisi telah meminta mantan presiden itu untuk datang ke markas kepolisian pada Sabtu. Partai Progresif Maladewa, pimpinan Yameen,

Tercatat Maladewa telah menjadi medan tempur paling terbaru bagi India dan China, dua negara yang bersaing, untuk menanamkan pengaruh mereka.

Yameen memimpin negara yang berpenduduk 400 ribu orang itu mendekat ke China, menjauh dari mitra tradisionalnya, India. Tetapi sejak kekalahan Yameen dalam pemilihan, India telah berusaha menanamkan kembali pengaruhnya.

Pada Senin, Presiden Solih, pengganti Yameen, akan ke India dalam lawatan pertamanya ke luar negeri sejak terpilih sebagai presiden pada bulan lalu. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Mantan menteri perminyakan Venezuela meninggal saat ditahan

Selanjutnya

China pastikan sidik dua warga negara Kanada

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe