Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. China pastikan sidik dua warga negara Kanada
  • Jumat, 14 Desember 2018 — 20:11
  • 1338x views

China pastikan sidik dua warga negara Kanada

China meminta agar Kanada memperbaiki kesalahannya dengan membebaskan petinggi perusahaan raksasa di bidang teknologi yang berkantor pusat di Shenzhen, Provinsi Guangdong.
Ilustrasi pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Rabu, 16 Januari 2019 | 09:13 WP
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Beijing, Jubi -Pemerintah China memastikan telah menyidik terhadap dua warga negara Kanada yang dituduh melakukan kegiatan yang mengancam keamanan negara sebagaimana diatur dalam undang-undang China.

“Seorang warga negara Kanada diperiksa oleh otoritas keamanan nasional di Beijing, sedangkan seorang lagi oleh otoritas di Dandong, Provinsi Liaoning,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, dalam pernyataan, Kamis (13/12/2018).

Pernyataan tersebut menanggapi pertanyaan mengenai hilangnya mantan diplomat Kanada Michael Kovrig dan seorang pengusaha Kanada Michael Spavor. “Kedutaan Kanada telah diberitahu mengenai kasus tersebut dan hak-hak kedua tersangka juga akan dilindungi,” kata Lu menambahkan.

Menurut dia, penyidikan oleh pihak berwajib terhadap dua warga negara Kanada itu dimulai Senin (10/12/2018).

Tercatat seorang warga negara Kanada bernama Kovrig adalah bekerja pada International Crisis Group yang merupakan lembaga nonpemerintahan bergerak pada penelitian konflik kekerasan dan upaya pencegahannya, sedangkan Spavor menjalankan usaha pariwisata di Dandong.

Lu menyatakan kasus yang melibatkan dua warga negara Kanada itu sudah sesuai dengan KUHP dan KUHAP China. Ia meminta agar Kanada memperbaiki kesalahannya dengan membebaskan petinggi perusahaan raksasa di bidang teknologi yang berkantor pusat di Shenzhen, Provinsi Guangdong, itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi Maladewa selidiki perjanjian gelap mantan presiden

Selanjutnya

Cerita tragis pengungsi kecil Guatemala

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6003x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4974x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe