Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Komunitas Amoye rayakan Natal bersama siswa TK Anugerah
  • Sabtu, 15 Desember 2018 — 17:03
  • 953x views

Komunitas Amoye rayakan Natal bersama siswa TK Anugerah

Damai Natal itu perlu ditumbuhkan sejak usia dini, agar anak menyadari bahwa betapa damainya suasana Natal dan kelahiran Yesus
Murid TK Anugerah saat menyanyikan sebuah lagu Natal –Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Selasa, 15 Januari 2019 | 10:26 WP
Features |
Senin, 14 Januari 2019 | 05:50 WP
Features |
Rabu, 09 Januari 2019 | 08:32 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Nabire, Jubi – Komunitas Amoye merayakan Natal bersama siswa – siswi Taman Kanak – Kanak Anugerah, Nabire, Jumat (14/12/2018). Acara dihadiri seluruh anggota komunita serta para orang tua siswa di Nabire.

Ketua Komunitas Amoye, Bentot Yatipai mengatakan ini merupakan salah satu program dari komunitas. Sebulan dua kali komunitasnya juga mengunjungi TK tersebut. Memberikan nutrisi dan berbagi.

“Ini program komunitas dan satu bulan dua kali kami ke sini, sebagai wujud solidaritas kami terhadap anak – anak,” ujarnya.

“Damai Natal itu perlu ditumbuhkan sejak usia dini, agar anak menyadari bahwa betapa damainya suasana Natal dan kelahiran Yesus. Makanya kami undang semua orang tua termasuk masyarakat di sekitar untuk bersama merayakan,” jelasnya.

Bentot bilang, generasi Papua harus menjadi generasi yang hebat, bertumbuh dalam pendidikan, juga harus menjauh dari hal-hal negatif.

“Semua harus diawali dari orang tua, merubah cara berpikir, sifat konsumtif harus dihilangkan, belanja pendidikan buat anak harus ditumbuhkan. Kebiasaan Miras dan beli Togel harus dihilangkan, itu merusak keluarga dan orang Papua,” katanya.

Di TK tersebut, siswanya 80 persen anak asli Papua. Dia menilai sekolah tersebut kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Kepala Sekolah TK Anugerah, Marlin Sembiring mengatakan kegiatan Natal bersama itu diharapkan dari motivasi terhadap anak – anak,lebih giat lagi dalam belajar. Juga, orang tua agar memerhatikan anak-anak mereka.

“Kami sering rayakan Natal dengan anak – anak tiap tahun, tapi hari ini beda sebab yang melakukan adalah komunitas Amoye. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Sembiring sepakat dengan Ketua Amoye, agar para orang tua tidak terus menerus terlibat dengan Togel dan Miras. Sebab jika demikian, maka perhatian orang tua terhadap anak akan berkurang.(*)
 

loading...

Sebelumnya

Serah terima Kasat Reskrim Polres Nabire

Selanjutnya

Lapas Nabire diklaim bebas Narkoba

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Rabu, 09 Januari 2019 WP | 6002x views
Polhukam |— Selasa, 08 Januari 2019 WP | 5639x views
Mamta |— Kamis, 10 Januari 2019 WP | 4973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe