Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ini solusi AMPTPI untuk konflik Nduga
  • Minggu, 16 Desember 2018 — 20:06
  • 1260x views

Ini solusi AMPTPI untuk konflik Nduga

Konflik ini sudah seharusnya dapat diselesaikan oleh negara. Namun hingga saat ini dibiarkan begitu saja mengambang dan korban terus berjatuhan baik dari sipil maupun dari kedua belah pihak yang bertikai
Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia Yanuarius Lagowan (Kanan) dan Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia Hendrikus Madai (kiri) saat menggelar Jumpa pers - (Jubi/Hengky Yeimo)
Hengky Yeimo
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) Pusat Hendrikus Madai menyikapi konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional-Papua Barat (TPN-PB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Nduga yang berlangsung sejak 2 Desember 2018 hingga saat ini.

Menurutnya, peristiwa itu yang merupakan bagian dari rentetan panjang konflik berdarah di Papua sejak tanggal 1 Desember 1961 silam.

"Ini merupakan suatu kesatuan dari konflik-konflik sebelumnya. Konflik ini sudah seharusnya dapat diselesaikan oleh negara. Namun hingga saat ini dibiarkan begitu saja mengambang dan korban terus berjatuhan baik dari sipil maupun dari kedua belah pihak yang bertikai," katanya kepada, Jubi Minggu (16/12/2018).

Madai mengatakan, konflik di kabupaten Nduga telah menyebabkan pengungsian warga ke hutan-hutan dan dipastikan warga di sana kelaparan dan menjadi sasaran penembakan oleh TNI maupun Polri.

"Jika konflik ini tidak diselesaikan maka sudah pasti korban akan terus berjatuhan dan konflik bersenjata terus akan berlanjut. Hingga saat ini korban tewas yang telah dilaporkan dari warga sipil adalah empat orang, dimana salah satunya adalah anggota Majelis Jemaat pada Gereja setempat dari Sinode Kingmi Papua di bawah Pimpinan Dr. Benny Giay, Phd. Sementara Jakarta melihat konflik ini dari kacamatanya dan lebih cenderung untuk melakukan operasi militer ketimbang mencari jalan tengah yang lebih manusiawi dan damai," katanya.

Hendrikus mengatakan, pihaknta melihat konflik ini sebagai sesuatu yang terus dipelihara negara, tanpa adanya itikad baik dari pemerintah untuk mencari jalan tengah, seperti dialog dengan pihak-pihak yang dicap negara sebagai “kriminal”.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AMPTPI, Yanuarius Lagowan mengatakan, setelah mengikuti perkembangan dan situasi yang terus berkembang di kabupaten Nduga, pihaknya mendesak Negara Indonesia untuk menarik semua pasukan militer TNI, POLRI dan intelijen dari Nduga dan melakukan dialog damai dengan melibatkan United Liberation Movemen for West Papua (ULMWP) selaku organisasi Payung dari semua faksi perjuangan di Papua termasuk TPN-PB guna mengakhiri konflik tersebut.

Lagowan mengatakan, pihaknya mendesak kepada semua pihak, terutama kepada Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini dinas sosial agar sesera mungkin mendistribusikan bantuan pangan.

"Yang kami maksudkan yakni berupa ubi, sayur, didrop dari kabupaten tetangga beras dan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh warga di Nduga yang berdampak dari konflik bersenjata, karena dipastikan masyarakat yang mengungsi ke hutan kelaparan," katanya.(*)


 


 




 

loading...

Sebelumnya

Pangdam Cenderawasih bantah ada majelis gereja jadi korban TNI/Polri di Nduga

Selanjutnya

Nasib dana Otsus Papua ditentukan OAP, bukan Jakarta

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe