Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tim evakuasi gabungan Pemda Nduga temukan empat jenazah warga sipil
  • Selasa, 18 Desember 2018 — 18:48
  • 7360x views

Tim evakuasi gabungan Pemda Nduga temukan empat jenazah warga sipil

Keempat korban yang ditemukan itu, diduga tewas akibat  penembakan dari jarak jauh. Mereka  ditemukan jauh dari perkampungan.
Tim evakuasi gabungan Pemda Nduga, DPRD, gereja dan sejumlah tokoh yang telah kembali dari Mbua, Dal, Mbulmu Yalma saat menggelar konferensi pers di Wamena-Jubi/Islami

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi- Tim evakuasi gabungan pemerintah daerah Nduga yang terdiri dari unsur DPRD, gereja, sejumlah tokoh dan LSM yang turun ke Distrik Mbua, Dal, Yal, Mbulmu Yalma dan lainnya banyak menemukan banyak fakta yang terjadi.

Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge mengatakan, sejak tim turun ke lokasi 13 Desember 2018 dari Wamena, selama kurang lebih empat hari di sejumlah distrik menemukan empat jenazah yang merupakan korban dari masyarakat sipil setempat.

“Kami sampai dari Wamena ke Mbua sore hari, ketika kami memulai perjalanan dan ternyata menemukan satu jenazah masyarakat setempat dan langsung dimakamkan,” kata Wentius Nimiangge kepada wartawan di Gereja Kingmi Weneroma Sinakma, Wamena, Selasa (18/12/2018).

Setelah itu, tim bermalam di Mbua dan keesokan harinya melanjutkan perjalanan dan kembali menemukan jenazah lain. Setelah itu pihaknya mencari tahu keberadaan keluarga korban.

Lalu, kata Nimiangge, tim melanjutkan perjalanan ke Distrik Dal dan sempat mengumpulkan masyarakat setempat untuk mencari informasi. Dan ternyata, di Dal kembali menemukan satu jenazah.

“Dari pengakuan masyarakat mereka masih trauma, dan kami ingin melanjutkan perjalanan ke Mbulbu Yalma bahkan hingga ke Yigi tepatnya mencari korban di gunung Kabo, kami tidak sampai di sana karena situasi kurang bagus,” katanya.

Setibanya di Mbulmu Yalma, pihaknya kembali menemukan korban yang mengalami luka tembak dan cukup kritis, sehingga ia mencoba menghubungi sejumlah pihak untuk mendapatkan bantuan helikopter, tetapi tidak ada.Korban tersebut akhirnya meninggal.

“Kita juga mencoba naik ke gunung Kabo namun tidak bisa, karena aparat TNI dan Polri juga ikut bersama kami, sehingga kami mundur,” katanya.

Wentius menambahkan, hal ini memang belum usai.Perlu penanganan langsung oleh pemerintah Provinsi Papua, Pangdam dan Kapolda untuk mengevakuasi terhadap masyarakat sipil yang ada di sejumlah distrik.

“Untuk daerah Yigi sampai ke Mugi tim evakuasi harus ditingkatkan lagi, menolong masyarakat yang masih ada di hutan. Makanya Gubernur, Pangdam dan Kapolda harus turun sama-sama evakuasi,” ujarnya.

Ketua DPRD, Andi Gwijangge menambahkan keempat korban yang ditemukan itu, diduga tewas akibat  penembakan dari jarak jauh. Mereka  ditemukan jauh dari perkampungan.

“Empat jenazah ini ditemukan dua di Mbua, satu di Dal dan satu di Mbulmu Yalma. Yang di Mbulmu Yalma ini sempat ingin ditolong, tetapi tidak bisa dapatkan helikopter untuk dievakuasi,” ujar Gwijangge.

Untuk itu ia juga meminta provinsi melihat hal ini secara jeli. Karena laporan masyarakat yang berhasil dijumpai, masih ada sejumlah masyarakat yang dikabarkan meninggal namun belum ditemukan, termasuk empat orang yang dinyatakan hilang usai kejadian penembakan.

“Kami juga minta TNI Polri tidak menakut-nakuti rakyat kecil di sana, jangan berpikir masyarakat itu OPM sehingga main tembak saja, jangan berfikir semua orang dianggap OPM,” tegas Gwijangge.

Ketua tim evakuasi, Elieser Tabuni mengaku masalah di Nduga belum selesai, masih mentah. Sebab itu ia juga berharap agar semua duduk disini secara kemasyarakatan bertanggungjawab sama-sama selesaikan masalah ini bersama.

“Serahkan saja ke Pemda agar ada pendekatan dengan masyarakat dengan baik, kepala kampung. Semua masyarakat di sana sudah 80 persen keluar dari tempat mereka, harapan kita mereka kembali seperti ke kampung seperti biasa,” katanya. (*)




 

loading...

Sebelumnya

Bukit Arfai riwayatmu dulu

Selanjutnya

DPR Papua akan sahkan sembilan Raperdasi

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe