Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. SAMNP : “Selamatkan manusia Papua”
  • Selasa, 18 Desember 2018 — 19:02
  • 862x views

SAMNP : “Selamatkan manusia Papua”

Ini persoalan besar bagi Tanah Papua dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberantasnya
Foto bersama pengurus SAMN Papua bersama Pengurus SAMN Kota Jayapura - (Jubi/Hengky Yeimo)

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Solidaritas Anti Miras dan Narkoba Papua (SAMNP) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pertamanya. Pemuda Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Ketua Dewan Adat Papua, BNN Perwakilan Papua hadir. Acara digelar di Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen).

Ketua Panitia HUT SAMNP Yosina Alua mengatakan,tema yang diangkat pada perayaan kali ini adalah “Selamatkan manusia Papua dari bahaya miras dan Narkoba”.

"Kegiatan kami persiapkan selama satu bulan. Kami rayakan dalam bentuk ibadah syukur. Terimakasih kepada semua pihak, baik undangan maupun tamu yang telah hadir mengikuti HUT SAMN pertama ini," katanya.

Perempuan Asli Jayawijaya mengatakan, dana yang digunakan untuk memperlancar kegiatan ini , bersumber dari pemerintah provinsi Papua.

"Dana yang diberikan kami gunakan untuk membiayai HUT dan kegiatan kegiatan SAMN nantinya," katanya.

Ketua SAMNP Yulianus Mabel mengatakan, untuk memberantas Miras menjadi tanggung jawab bersama. Baik gereja pemerintah, tokoh adat, pemerintah, masyarakat. “Kami akan bersolidaritas dengan pemuda Papua untuk memberantas Miras di Tanah Papua," katanya.

Yulianus Mabel mengatakan, pihaknya memperjuangkan hal ini sesuai dengan peraturan gubernur Papua nomor 15 Tahun 2013. Apapun persoalannya pihaknya berkomitmen untuk mengawalnya dan menutup semua toko-toko Miras di Tanah Papua.

"Saya pesan mulai saat ini, masyarakat berhenti mengonsumsi Miras. Peredaran Miras begitu kencang, dipaksakan menjadi budaya kita orang Papua. Tugas kita menyampaikan kepada sesama untuk selamatkan generasi muda Papua,"katanya.

Sementara itu Pendeta Dave Doyapo dalam renungannya mengatakan, fakta hari ini bahwa orang Papua mengonsumsi Miras hingga melupakan dirinya. Hal itu dipicu karena banyak alasan yakni faktor ekonomi yang mendorong mereka yang tetus mengonsumsi Miras.

"Ini persoalan besar bagi Tanah Papua dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberantasnya. Solidaritas sudah benar dan terus menyampaikan kebenaran sebab itu yang Tuhan mau," katanya.

"Persoalan ini menjadi pergumulan kita, sebab generasi muda mati banyak hanya karena Miras," katanya lagi.(*)


 




 

loading...

Sebelumnya

Wali Kota Jayapura: Harus ada intervensi terkait melambungnya harga tiket pesawat

Selanjutnya

Revisi hari libur pengaruhi kinerja ASN

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe