Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Rusia bangun barak baru di kepulauan sengketa
  • Selasa, 18 Desember 2018 — 22:59
  • 603x views

Rusia bangun barak baru di kepulauan sengketa

Rusia berencana memindahkan para prajurit pekan depan ke empat kompleks perumahan di dua dari empat pulau yang disengketakan,
Ilustrasi, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Moskow, Jubi - Rusia membangun barak-barak baru bagi tentara di gugusan kepulauan yang disengketakan dekat Jepang, selain Rusia juga akan membangun sejumlah fasilitas bagi kendaraan lapis baja. Keputusan tersebut menimbulkan protes diplomatik dari Tokyo.

Kementerian Pertahanan Rusia berencana memindahkan para prajurit pekan depan ke empat kompleks perumahan di dua dari empat pulau yang disengketakan, yang dikenal dengan nama Kepulauan Kuril di Rusia dan Wilayah Utara di Jepang.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan 3.500 prajurit Rusia dikerahkan ke dua pulau yang lebih besar sebagai bagian dari pembangunan militer yang sedang berlangsung.

Berita tersebut tersiar setelah Kremlin mengatakan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kemungkinan mengunjungi Rusia pada 21 Januari tahun depan. Sementara dua negara itu meningkatkan usaha-usaha untuk menyelesaikan perselisihan teritorial yang telah mencegah keduanya menandatangani perjanjian perdamaian Perang Dunia II.

Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, mengatakan dalam jumpa pers bahwa Jepang akan mengajukan protes. Jepang mengatakan pada Juli telah meminta Rusia mengurangi aktivitas militernya di kepulauan tersebut, permohonan yang Moskow tolak sebagai diplomasi megafon pada waktu itu.

"Kami berencana menyampaikan protes," kata Kono kepada wartawan.

Ia  menambahkan Jepang akan secara jelas menyatakan sikapnya dalam perundingan-perundingan. "Alasan dari perundingan-perundingan nanti ialah menyelesaikan isu pulau itu dan merampungkan perjanjian perdamaian," kata  Kono menambahkan.

Tercatat pasukan Soviet menguasai empat pulau itu pada akhir Perang Dunia II, dan Moskow dan Tokyo mengakui kedaulatan atas kepulauan tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Tumpahan susu membuat beku jalan di Jerman

Selanjutnya

Remaja Suriah dirawat usai serangan rasis di AS

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe