Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Jogja Menari bakal dimeriahkan ribuan peserta
  • Selasa, 18 Desember 2018 — 23:43
  • 566x views

Jogja Menari bakal dimeriahkan ribuan peserta

Salah satu bentuk kepedulian dan pelestarian seni budaya Indonesia.
Ilustrasi penari balet, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yogyakarta, Jubi  - Ribuan penari akan memeriahkan Jogja Menari yang digelar alumni SMA Negeri 1 atau SMA Teladan Yogyakarta angkatan 1993, pada 23 Desember 2018 mendatang. Jogja Menari merupakan salah satu bentuk kepedulian Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY) pada pelestarian seni budaya Indonesia.

"Sebuah gerakan edukasi cinta seni budaya," kata Koordinator Jogja Menari, Renny Kusumowardhan, Selasa, (18/12/2018).

Menurut dia, ribuan penari dari berbagai sanggar seni tari, komunitas tari, masyarakat, dan KATY itu secara serentak akan membawakan Tari Jaranan. Tarian itu dipilih karena dianggap sederhana dan mudah diikuti oleh masyarakat yang belum mempunyai "skill" menari.

"Tari Jaranan adalah tari kreasi baru, yang khusus diciptakan untuk Jogja Menari. Inspirasinya dari tarian Angguk yang berasal dari Kulon Progo dan dikemas menjadi lebih menarik," kata pegiat budaya dan kesenian tradisional itu.

Gerakan dan tutorial Tari Jaranan bisa dilihat di YouTube, sehingga masyarakat dapat mempelajari tarian itu secara mandiri, kemudian menampilkannya secara bersama-sama. Ia menyebutkan Tari Jaranan yang ditampilkan secara serentak oleh ribuan penari itu baru pertama kali digelar di Yogyakarta.

Jogja Menari merupakan rangkaian reuni perak atau 25 tahun alumni SMA Teladan Yogyakarta angkatan 1993. “Ribuan penari akan mengenakan baju lurik, dan untuk penari laki-laki diwajibkan memakai surjan,” katanya.

Alasan menggelar Jogja Menari karena melihat banyak anak muda yang melupakan kesenian tradisional Indonesia. Saat ini banyak anak muda yang lebih suka kesenian dan budaya asing daripada seni budaya asli Indonesia.

Padahal, menurut Renny  kesenian asli Indonesia mendapat apresiasi besar di luar negeri dan warga asing. Ia sering ikut belajar tari di keraton dengan maestro tari, ternyata banyak warga asing seperti dari Jerman dan Jepang yang ikut, bahkan di Amerika Serikat banyak warganya yang pandai membawakan Tari Golek.

Sedangkan kehidupan masyarakat modern sekitar 90 persen bersentuhan dengan gadget. Hal ini membuat generasi muda lebih mudah mengenal hip hop hingga K-Pop dibanding tarian Indonesia.

"Dengan Jogja Menari diharapkan dapat membuat generasi muda cinta tradisi asli Indonesia serta tertarik dan berminat mempelajarinya," kata Renny berharap. (*)

loading...

Sebelumnya

BKK di Jateng diusulkan merger

Selanjutnya

DPR Papua akan sahkan sembilan Raperdasi

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe