Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Semangat OAP menjual BBM enceran
  • Rabu, 19 Desember 2018 — 06:21
  • 635x views

Semangat OAP menjual BBM enceran

"Saya rasa rugi kalau tidak jualan satu hari karena sudah biasa jualan jadi. Melayani orang-orang yang membutuhkan bahan bakar saat di tengah perjalanan," jelasnya.
Wilhelmina Walilo sedang merapikan dagangannya – Jubi/Ramah

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi - Wilhelmina Walilo (20) asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya, terlihat rajin meski panas matahari tepat di atas kepalanya.

Menggunakan topi sambil merapikan botol berisikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite, wajah Wilhelmina memancarkan semangatnya di usia muda dalam menggais rezeki.

Ketika ditemui Jubi, Selasa (18/12/18) di kompleks masuk perumahan grand permai Kotaraja, Kelurahan Waim Mhorock, Distrik Abepura, Wilhelmina sudah berjualan BBM enceran dari 2016.

"Jual BBM enceran buat tambahan uang makan. Lumayan hasilnya," ujarnya sambil merapikan botol yang sudah diisi pertalite.

Dari jualan BBM, ia mengaku usahanya ini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, dan sedikit rupiah disisihkan sebagai tabungan.

Wilhelmina menceritakan, ia putus sekolah sejak kelas 2 SMA karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan lagi ke jenjang lebih tinggi.

Apalagi, ia tinggal di rumah tantenya di Kota Jayapura. Sehingga membuat dirinya untuk mencari jalan sendiri agar tidak memberatkan hidup tantenya.

Akhirnya ia memilih tinggal sendiri agar bisa bertahan hidup. Meski masih di usia muda Wilhelmina tidak mau mengharapkan hasil keringat orang lain.

"Saya jualan modal sendiri. Modal dua jerigen Rp80 ribu atau 10 liter. Satu botol saya jual Rp13 ribu kalau siang, kalau malam saya jual Rp15 ribu. Satu kali ambil 20 liter," katanya.

Jualan dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam, Wilhelmina mengaku bersyukur bisa menjual sebanyak 10 liter pertalite yang dibelinya di SPBU.

"Saya rasa rugi kalau tidak jualan satu hari karena sudah biasa jualan jadi. Melayani orang-orang yang membutuhkan bahan bakar saat di tengah perjalanan," jelasnya.

Selama berjualan BBM enceran, Wilhelmina mengaku pernah diganggu sama orang mabuk.

"Ada orang mabuk dia datang minta uang, saya bilang tolong kah jangan ganggu, sa (saya) lagi jualan. Orang mabuk itu langsung pergi," kenangnya sambil tersenyum.

Ketua RT 01 RW 05, perumahan grand permai Kotaraja, Stefanus Daan Ambumi Mano, menyampaikan apresiasi terhadap Orang Asli Papua (OAP) yang mau berusaha.

"Bagus, untuk menambah biaya hidup sehari-hari dan penghasilan. Ke depan haruse jadi contoh, kalau OAP juga bisa menjadi pengusaha tanpa harus jadi pegawai negeri sipil," ujarnya.

Menurutnya, kebanyakan yang mau jualan adalah mama-mama Papua. Sangat jarang ditemui anak-anak muda yang mau bekerja dan menghasilkan uang dari hasil keringatnya sendiri.

"Anak muda egonya tinggi padahal peluang usaha sangat banyak. Orang OAP banyak yang mau jualalan tapi kekurangan di modal, dan pembinaan," tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Selanjutnya

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe