Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Kadinsos Papua Barat kaget ada perempuan Papua jadi pekerja seks di Manokwari
  • Rabu, 19 Desember 2018 — 06:35
  • 922x views

Kadinsos Papua Barat kaget ada perempuan Papua jadi pekerja seks di Manokwari

"Benarkah? saya baru tahu kalau ada kita punya perempuan Papua yang kerja seperti itu. Selama ini tidak ada laporan ke saya dari staf di dinas provinsi maupun kabupaten," ujar Lasarus
Kepala dinas sosial Provinsi Papua Barat, Lasarus Indouw - Jubi/Hans Arnold Kapisa

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Manokwari, Jubi - Kepala dinas sosial (Kadinsos) Provinsi Papua Barat Lasarus Indouw mengaku belum mendapat informasi tentang sejumlah oknum perempuan Papua yang bekerja sebagai pekerja seks terselubung layaknya pekerja seks komersial (PSK) di Manokwari.

Indouw terkejut setelah mendengar informasi tersebut saat dikonfirmasi Jubi. Lasarus lalu mengatakan bahwa mereka (pekerja seks terselubung) adalah korban dari persoalan sosial yang harus segera diatasi, apalagi mereka itu perempuan Papua.

"Benarkah? saya baru tahu kalau ada kita punya perempuan Papua yang kerja seperti itu. Selama ini tidak ada laporan ke saya dari staf di dinas provinsi maupun kabupaten," ujar Lasarus kepada Jubi di Manokwari belum lama ini.

Solusi untuk mengatasi persoalan itu, lanjut Lasarus, pihaknya akan segera meninjau ke lokasi tersebut dan melakukan pendataan jumlah perempuan Papua yang bekerja sebagai pekerja seks terselubung di sekitar Pasar Sanggeng.

Selanjutnya, dari dinas sosial siap formulasikan kegiatan usaha lain disertai pendampingan supaya para perempuan tersebut tidak lagi berkerja seperti itu tapi menghasilkan uang dari cara-cara kerja yang lebih sehat dan bermartabat.

"Informasi ini penting, saya segera turun untuk mendata mereka. Selanjutnya kami akan buat program usaha serta pendampingan bagi mereka supaya bisa punya mata pencaharian lain seperti jualan pinang atau apapun, asal tidak jual yang lain,"ujarnya.

Lasarus juga mengatakan, sejauh ini ada program pemberdayaan bagi mama-mama Papua yang dilakukan oleh salah satu bidang di Dinsos Papua Barat. Namun secara khusus untuk korban sosial itu ditangani oleh bidang teknis tertentu. Pihaknya secara internal pihaknya segera mengevaluasi untuk maksimalkan pelayanan di tahun anggaran 2019.

"Kita ada program pemberdayaan mama-mama Papua. Salah satunya bantuan pondok pinang bagi ratusan mama Papua di Papua Barat. Namun memang belum untuk kelompok yang mengalami kesenjangan sosial seperti para pekerja seks terselubung itu. Kita akan evaluasi untuk perbaiki kinerja di tahun 2019," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Yuliana Numberi tokoh perempuan di Manokwari mengatakan, masih ada ketimpangan sosial di Manokwari dan sejumlah daerah di Papua Barat di tengah-tengah keistimewaan berbagai program Pemerintah yang dibuat untuk meningkatkan pendapatan dari sisi ekonomi  dan mengangkat martabat perempuan Papua.

"Banyak program dari Pemerintah, bukan saja di Dinsos tapi juga di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain termasuk lembaga NGO yang bergerak di isu gender, namun belum sepenuhnya menyentuh sampai pada kelompok kecil yang dengan terpaksa harus bekerja seperti itu demi mendapatkan uang,"ujarnya.

Ia meminta pihak terkait untuk mendatangi dengan pendekatan yang lebih manusiawi untuk mengetahui faktor yang mendorong perempuan harus berlaku seperti itu. Apakah karena faktor keinginan dia sendiri atau karena untuk memenuhi kebutuhan orang lain.

"Kita mungkin tidak tahu kalau dia punya anak-anak yang butuh biaya atau punya suami yang tidak punya mata pencaharian, akhirnya dia jadi korban untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Ini yang perlu kita lihat ke depan, sehingga program pemberdayaan itu benar-benar ada akses, ada partisipasi, ada kontrol dan manfaat yang kita berikan di dalam memberdayakan seorang perempuan yang ada di masyarakat," ujar Numberi. (*).

loading...

Sebelumnya

Bukit Arfai riwayatmu dulu

Selanjutnya

Polda Papua Barat amankan 2.466 gereja

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe