Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Perlu satgas awasi tiket mahal
  • Rabu, 19 Desember 2018 — 06:54
  • 944x views

Perlu satgas awasi tiket mahal

"Jika Pemerintah Provinsi Papua tidak serius menyikapi harga tiket yang melambung, maka pemerintah diangap sebagai kambing hitam untuk menaikkan dan menurunkan harga tiket menjelang hari-hari raya."
Ilustrasi penerbangan di Papua - Jubi/Engel Wally

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Warga Jayapura mengeluhkan mahalnya harga tiket menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Harga yang mencekik leher mengakibatkan warga mengurungkan niatnya untuk berlibur atau sekadar bertugas ke luar Papua.

Menurut penelusuran di beberapa penjualan tiket online, dan informasi yang dihimpun Jubi beberapa waktu terakhir, tiket Jakarta ke Jayapura berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Harga tersebut dianggap tidak wajar mengingat biasanya hanya di kisaran satu sampai tiga juta.

Slot penerbangan yang tetap dan sulit ditambah, sedangkan jumlah penumpang yang meningkat, selalu dijadikan alasan mengapa harga tiket pesawat pada musim liburan melambung tinggi.

Padahal seorang penumpang yang baru tiba di Jayapura, Selasa (16/12/2018), Tony mengatakan pesawat yang ditumpanginya kosong, sedangkan ia membeli tiket dengan harga Rp 3.8 juta. Harga ini di atas harga normal yang biasanya berkisar antara Rp 1,8 juta – 2,5 juta.

“Tiket mahal. Tapi penerbangan sore ini ke Jayapura, banyak seat yang kosong. Apa yang sebenarnya terjadi?” katanya sambil menunjukan foto-foto seat kosong yang sempat ia ambil dalam pesawat.

Ia menekankan soal harga yang benar terbentuk karena proses permintaan dan penawaran di pasar terbuka. Jika permintaan masih tetap, sedangkan harga melambung, pemerintah harus mencari tahu penyebabnya, sehingga tidak merugikan konsumen.

“Jangan sampai ada praktik-praktik pasar yang tidak benar di bisnis penerbangan. Pemerintah harus mengawasi agar konsumen tidak dirugikan,” katanya.

Warga Kabupaten Jayapura Firmus Raf Martin mengatakan, pemerintah harus mengawasi maskapai yang bandel agar harga tiket yang mahal dimonitor.

"Menurut saya perlu dibentuk satuan tugas pengawasan terhadap tarif pesawat di Papua, karena maskapai  hanya melakukan kerja sama dengan calo sehingga tiket pesawat sering habis, " kata Firmus kepada Jubi di Jayapura, Selasa, 18 Desember 2018.

Ia menduga maskapai bermain dengan calo sehingga tiket keburu habis. Dampak lainnya adalah mahalnya tiket yang dijual oknum-oknum calo.

"Ini bukan hanya waktu natal, lebaran dan hari raya besar agama lainnya, tapi  sering juga permainan harga, baik dari pedalaman ke Jayapura maupun dari Jayapura ke luar Papua," ujarnya.

Menurut dia, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua tidak serius menyikapi kondisi ini, maka pemerintah justru dianggap sebagai kambing hitam untuk menaikkan dan menurunkan harga tersebut.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengharapkan agar ada intervensi antara Pemerintah Provinsi Papua dan semua stakeholder untuk menyikapi harga tiket yang melambung saat atau menjelang hari raya keagamaan di Papua.

"Melambungnya harga tiket ini bukan hanya terjadi pada tahun ini saja, tetapi sudah sering terjadi, apalagi menjelang hari raya keagamaan ataupun memasuki liburan anak sekolah. Saya berharap ada intervensi bersama lintas sektor," kata Benhur Tomi Mano.

Menurut BTM, sapaan wali kota asal Kampung Tobati-Enggros, yang menjabat dua periode, pihaknya akan menyurati pemerintah Provinsi Papua agar ada aksi nyata, untuk berkomunikasi kepada pihak maskapai. Hal tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas kemahalan tersebut.

Memang seharusnya ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum memasuki masa liburan. Namun, hal ini disebutnya belum terlambat.

"Pihak maskapai juga jangan semena-mena menaikkan harga tiket. Kasihan masyarakat kita yang tidak mampu membeli tiket, padahal mereka ingin pulang ke kampung halamannya hanya sekedar merayakan momen Natal dan Tahun Baru," ujar Mano.

Disinggung apakah ada permainan oknum-oknum tertentu soal melonjaknya harga tiket menjelang Idul Fitri dan Natal, ia hanya berharap agar kepolisian mengusut tuntas hal tersebut. Oknum-oknum yang diduga bermain harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Ya, kalau ditemukan ada indikasi seperti itu harus ditindak dengan tegas. Jangan melakukan hal-hal yang menguntungkan secara pribadi, namun merugikan masyarakat umum lainnya," katanya.

Terpisah, pengelola Bandar Udara (Bandara) Wamena, Jayawijaya meminta maskapai membuat penerbangan ekstra untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mudik Natal dan tahun baru.

Kepala Bandara Wamena, Rasburhany, di Wamena, Minggu (16/12/2018) mengatakan, saat ini pesawat yang beroperasi di wilayah pegunungan Papua adalah jenis ATR, sehingga tidak banyak penumpang yang bisa terangkut.

Pesawat jenis ATR hanya bisa mengangkut 70 penumpang dalam sekali terbang, sementara Boeing bisa mengangkut 130 orang sekali terbang.

Dari tiga maskapai yang beroperasi di Bandara Wamena, hanya Trigana yang sudah menambah penerbangan ekstra pada Desember.

"Ada penambahan satu penerbangan ekstra lagi khususnya di Trigana, dari yang tadinya tiga kali sehari dijadikan empat kali sehari. Untuk Wings Air sementara masih dua kali sehari dan NAM Air sekali dalam sehari," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor kepada pihaknya jika mendapati adanya penjualan tiket yang melebihi batas harga normal.

"Menyambut Natal, kami menyiapkan Posko. Posko mulai beroperasi H-7 sampai H+7," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kampanye capres-cawapres belum sentuh isu budaya

Selanjutnya

Usaha kue kering menyambut Natal

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe