Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Biarkan masyarakat Nduga merasakan damai Natal
  • Rabu, 19 Desember 2018 — 10:57
  • 856x views

Biarkan masyarakat Nduga merasakan damai Natal

Jangan lagi ada kekerasan, kejadian yang membuat masyarakat khawatir jelang perayaan Natal. Biarkan Nduga dan penghuninya yang mayoritas Kristiani merasakan sukacita menyambut peringatan kelahiran Yesus Kristus, tanpa rasa khawatir.
Gubernur Papua Lukas Enembe saat menyalakan lilin natal di perayaraan natal bersama pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat di Jayapura - Jubi/Alex

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi - Dalam beberapa pekan terakhir, perhatian publik Papua dan di luar Papua tertuju ke Kabupaten Nduga. Salah satu kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua.
Di sana, puluhan pekerja jalan trans Papua meninggal dunia usai mendapat kekerasan dari kelompok sipil bersenjata.
Perhatian publik tidak hanya sampai di situ. Setelah para korban meninggal dunia dan korban selamat dievakuasi, pembahasan publik berlanjut seiring upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat keamanan di Nduga. Sejumlah pihak menyatakan, akibat penyisiran yang dilakukan aparat keamanan, masyarakat di Distrik Yigi dan Mbua mengungsi ke hutan dan berbagai wilayah terdekat lantaran khawatir.
Warga sipil yang tak terlibat dalam sengkarut antara kelompok bersenjata yang mengklaim menuntut kemerdekaan Papua dan aparat keamanan, yang melakukan upaya penegakan hukum demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terkena imbasnya.
Menyedihkan, saat masyarakat di daerah lain sedang bersukacita mempersiapkan perayaan Natal, 25 Desember 2018, warga Nduga justru berada dalam kekhawatiran. Mereka tidak merasakan indahnya damai Natal, seperti umat Kristiani di daerah lain.
Anggota Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa berharap, kedua pihak (aparat keamanan dan kelompok bersenjata) dapat menahan diri, dalam suasana Natal kini. Memberikan kesempatakan kepada kepada masyarakat sipil di Nduga untuk merasakan damai Natal, seperti yang dirasakan masyarakat di wilayah lain.
Katanya, jangan lagi ada kekerasan, kejadian yang membuat masyarakat khawatir jelang perayaan Natal. Biarkan Nduga dan penghuninya yang mayoritas Kristiani merasakan sukacita menyambut peringatan kelahiran Yesus Kristus, tanpa rasa khawatir.
"Saya pikir itu hal penting," kata Laurenzus Kadepa kepada Jubi, Selasa, 18 Desember 2018.
Ia tak ingin ada lagi darah dan air mata menetes di tanah Papua, jelang perayaan Natal. Pada masa yang mestinya menjadi momen sukacita umat Kristiani di seluruh dunia.
"Biarkan masyarakat Nduga merasakan damai Natal. Jangan membuat mereka tidak bisa merasakan sukacita dan damai Natal, karena kekhawatiran," ujarnya.
Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan hal yang sama. Menurutnya kini mestinya pada masa Natal, bulan yang sakral bagi umat Kristiani tak ada darah dan air mata.
"Ini bulan yang tidak boleh terjadi hal tak menyenangkan. Bulan sakral dan penuh sukacita umat Kristiani," kata Yunus Wonda.
Ia berharap, kondisi di Nduga tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir, sehingga mereka dapat memperisiapkan diri menyambut Natal tanpa rasa trauma dan ketakutan berlebihan.
"Jadi bagaimana semua orang di tanah ini menciptakan suasana Natal, suasana sukacita, merasakan damai Natal," katanya.

Gubernur Papua Lukas Enembe meminta seluruh masyarakat Papua baik yang di kota maupun di kampung-kampung, untuk menghormati hari Natal.

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta seluruh masyarakat Papua baik yang di kota maupun di kampung-kampung, untuk menghormati hari Natal. Gubernur mengatakan sebagai masyarakat Papua, wajib menjaga keamanan dan menciptakan kedamaian dalam menyambut kelahiran Sang Juruselamat.

"Desember ini kita memiliki kesempatan luar biasa menjadi saksi Yesus dalam memberiktaka injil kerajaan Allah melalui berbagai hal dan berbagai cara, sehingga kita dapat mewujudkan kasih Allah yang begitu besar bagi kita," ujarnya saat perayaan Natal bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, TNI/Polri dan masyarakat 2018, di Gedung Olah Raga Cenderawasih Jayapura, Senin (17/12/2018) malam.

Ia katakan, Alkitab menceritakan peristiwa natal adalah anugerah Allah yang besar dalam hidup. Karena itu, setiap tahun umat Kristen merayakan agar dunia mengenal kasih Allah, Sang Juruselamat telah lahir ke dalam dunia yang gelap dengan membawa kasih dan terang Allah kepada kita.

"Jadi mari kita merayakan dengan sukacita, dan membagi kasih serta semangat natal Yesus Kristus kepada semua manusia," katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Bupati Yahukimo mesti buktikan beri sanksi ASN yang menambang emas

Selanjutnya

DAP: Papua butuh solusi hukum, politik dan dekolonisasi

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe