Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Mahasiswa Dogiyai tolak pemekaran distrik dan kabupaten Mapia Raya
  • Rabu, 19 Desember 2018 — 19:32
  • 1798x views

Mahasiswa Dogiyai tolak pemekaran distrik dan kabupaten Mapia Raya

Ada tujuan terselubung dari pemekaran distrik. Itu bukan membawa dampak baik tapi jelas itu akan merugikan masyarakat
Pengurus RPM SIMAPITOWA ketika bertandang di kantor Suara Papua –( Jubi/Hengky Yeimo).

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura Jubi – Mahasiswa asal kabupaten Dogiyai yang tergabung dalam Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo Mapia Piaye Topo Wanggar (RPM-SIMAPITOWA) di kota studi Jayapura menyatakan sikap tegas; menolak pemekaran distrik dan Kabupaten baru di Mapia Raya yang usulkan oleh segelintir kelompok dari Mapia.

“Kami sudah tahu, ada tujuan terselubung dari pemekaran distrik. Itu bukan membawa dampak baik tapi jelas itu akan merugikan masyarakat,” kata salah seorang anggota RPM SIMAPITOWA,Abraham Wakei, bersama sejumlah rekannya saat datang ke kentor Redaksi Suarapapua.com di Padang Bulan Jayapura, Rabu (19/12/2018).

Menurutnya, jika distrik dimekarkan, maka langkah berikutnya mereka berencana melakukan pemekaran kabuten. “Setelah pemekaran distrik sebenarnya mereka (orang yang minta pemekaran) mau minta kepada pemerintah untuk mekarkan kabupaten lagi. Tapi kami lihat kalau pemekaran kabupaten terjadi, maka pihak TNI dan Polri akan menghadirkan trauma bagi masyarakat sipil,” katanya.

“Jika mereka berencana memekarkan distrik atau kabupaten, lalu siapa yang mau mengisinya?,” imbuhnya

Sementara itu, Hengki Mote ketua RPM SIMAPITOWA mengatakan, Deiyai ada lima Distrik. Namun roda pemerintahan tidak berjalan dengan baik. Apalagi kalau distrik itu dimekarkan lagi . “Lima (distrik) yang ada saja tidak jalan baik. Baru rencanakan (pemekaran) baru lagi. Itu tidak logis, kalau mau lakukan pemekaran bagusnya kalau distrik lama sudah berjalan baik. Juga kalau SDMnya sudah mantap,” katanya.

Selain itu dengan adanya pemekaran, banyak orang luar akan datang. Lalu masyarakat lokal akan jadi korban. Alam juga akan dirusak. “Melalui pemekaran akan terjadi banyak hal. Contohnya sekarang seperti kabupaten Nduga, itu berawal adanya pemekaran. Bukan hanya itu, tetapi hampir di seluruh Papua,” katanya.

Pihaknya menyatakan akan konsisten menyatakan penolakan . Pertama melalui media, dalam waktu dekat juga akan melakukan sosialisasi di masyarakat, jika penolakan itu diabaikan, maka pihaknya akan melakukan demo damai.

Yulianus Wakei pemilik tanah tempat yang direncanakan pemekaran mengatakan, dirinya sudah pernah melarang rencana pemekaran tersebut. “Saya sudah pernah larang pake baliho, ini kali kedua dengan teman teman melakukan konferensi pers, jika tidak diindahkan saya secara tegas akan melakukan tindahkan lain. Karena saya tahu pemekaran tidak ada dampak baik. Yang ada hanya korban dan menderita di atas tanah sendiri,” katanya.(*)




 

loading...

Sebelumnya

PLN Timika tak jamin Natal tanpa pemadaman listrik

Selanjutnya

Tragedi Nduga di penghujung tahun 2018

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe