Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Kapolda: Ada modus baru peredaran minol di Papua Barat
  • Sabtu, 22 Desember 2018 — 22:48
  • 1172x views

Kapolda: Ada modus baru peredaran minol di Papua Barat

Ia menjelaskan saat ini sudah ada modus operandi baru dalam kasus peredaran minol di Papua Barat. Minol lokal yang dulu sebagian besar didatangkan dari Bitung, Sulawesi Utara, kini sudah bisa diproduksi di Papua Barat.
Ilustrasi, minuman beralkohol – Jubi/Tempo.co

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Manokwari, Jubi - Polda Papua Barat meningkatkan operasi pemberantasan minuman beralkohol (minol) untuk menekan berbagai gangguan keamanan selama perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

"Saat ini Polda dan jajaran polres di Papua Barat sedang bekerja memberantas minuman beralkohol di wilayah masing-masing. Kita ingin perayaan Natal hingga malam pergantian tahun nanti tidak ada aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat," kata Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja, pada pemusnahan minol di Manokwari, Jumat (21/12/2018).

Ia menjelaskan saat ini sudah ada modus operandi baru dalam kasus peredaran minol di Papua Barat. Minol lokal yang dulu sebagian besar didatangkan dari Bitung, Sulawesi Utara, kini sudah bisa diproduksi di Papua Barat.

Sejak beberapa tahun terakhir, kata Rodja, tim polda dan polres sudah membongkar sejumlah rumah industri minol lokal.

"Mereka membuat tenda-tenda di tengah hutan. Di sana aktivitas produksi dilakukan lalu diedarkan ke sejumlah daerah, salah satunya di Manokwari. Di Manokwari pun pernah ada rumah produksi yang kami bubarkan," kata Rodja, pada kegiatan yang dihadiri Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, tersebut.

Ia menyebutkan barang bukti ribuan liter minuman keras berbagai jenis yang dimusnahkan pada Jumat (21/12/2018) merupakan hasil operasi dua hari yang digelar di Manokwari sejak 18 Desember 2018. Masih banyak barang bukti yang saat ini diamankan di sejumlah polres.

"Ini baru hasil dari kegiatan operasi dua hari, yang lain masih ada. Barang bukti dari hasil operasi sebelumnya pun sangat banyak yang sudah kami musnahkan, baik di Manokwari, Sorong, dan daerah lainya," ujar Kapolda.

Melalui pemberantasan minuman beralkohol yang dilaksanakan, Brigjen Rodja menginginkan seluruh kasus kejahatan di daerah tersebut turun secara signifikan, seperti penjambretan, kejahatan jalanan, pencurian, hingga penganiayaan dan pembunuhan.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mendukung upaya Polda Papua Barat dalam memberantas minuman beralkohol. Pemerintah daerah pun menginginkan umat Kristiani dapat merayakan Natal secara hikmat tanpa gangguan apapun.

"Minuman keras yang diamankan ini kan yang masuk melalui proses ilegal. Selain itu ada juga yang diproduksi di sini. Kami akan terus mendukung dan saya berharap pemerintah kabupaten/kota pun bisa bersikap lebih tegas," kata Gubernur Mandacan.

Ia tak ingin anak-anak, remaja, serta pemuda Papua Barat rusak akibat pengaruh buruk alkohol. Dampak buruk alkohol berbahaya bagi mental dan kepribadian. (*)

loading...

Sebelumnya

Polda Papua Barat amankan 2.466 gereja

Selanjutnya

Provinsi konservasi di tengah derasnya laju investasi

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe