Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Hanya resmikan tiga UU, Parlemen Vanuatu ditegur
  • Minggu, 23 Desember 2018 — 17:03
  • 1372x views

Hanya resmikan tiga UU, Parlemen Vanuatu ditegur

MP Saimon berkata hal ini menunjukkan bahwa para MP tidak serius.
MP Esmon Saimon. - Parliament of Vanuatu

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi - Juru bicara Parlemen Vanuatu, MP Esmon Saimon, berkata kepada anggota-anggota parlemen bahwa tahun ini adalah pertama kalinya, sejak merdeka pada tahun 1980, dari 26 RUU yang harusnya diperdebatkan dan disahkan pemerintah selama sesi kedua parlemen tahun ini, hanya tiga yang berhasil diselesaikan sementara 23 RUU lainnya masih tertahan.

MP Saimon berkata hal ini menunjukkan bahwa para MP tidak serius.

Dia menegaskan bahwa setiap sidang di parlemen memakan biaya yang merupakan uang rakyat.

Saimon mengungkapkan, Sabtu kemarin (22/12/2018), bahwa total pengeluaran untuk sidang mencapai sekitar Vt 2 juta, jadi para MP harus lebih serius dalam menjalankan peran dan melakukan tanggung jawab mereka di parlemen. Saimon mengingatkan bahwa mereka dipilih oleh rakyat, dengan harapan bisa membawa hasil yang positif dalam memajukan bangsa dan rakyat Vanuatu.

Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat Vanuatu, pada umumnya, sudah terus-menerus menyuarakan keprihatinan mereka, atas MP yang sudah terpilih untuk menjadi anggota parlemen, namun tidak pernah meneruskan suara rakyat selama menduduki kursi parlemen.

Menurut peraturan saat ini, MP menerima Vt 20.000 per hari untuk setiap hari sidang di parlemen, Vt 7.500 untuk tunjangan akomodasi, dan Vt 5.000 tunjangan biaya hidup. Tunjangan itu belum termasuk biaya perjalanan pulang pergi ke daerah pemilihan setiap MP, yang juga ditanggung oleh negara.

Sementara itu, dalam sidang terakhir, mosi tidak percaya yang diajukan oleh oposisi terhadap Perdana Menteri Charlot Salwai kalah 36 banding 13 suara, ketika parlemen rapat pagi itu.

Itu adalah mosi kelima terhadap PM Salwai sejak ia terpilih sebagai PM, dan masih melanjutkan tugasnya untuk memimpin pemerintah dan negara.

Beberapa analis politik percaya PM Salwai kemungkinan besar terus berbakti sebagai Perdana Menteri, sampai akhir masa pemerintahan dan ketika negara itu kembali melakukan pemilihan berikutnya, pada tahun 2020. (Daily Post Vanuatu)

loading...

Sebelumnya

PM Tonga siapkan kandidat pengganti

Selanjutnya

Kubu oposisi Fiji jelaskan alasan pencabutan petisi

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe