TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Inilah pemain muda Papua yang bakal bersinar di Liga1 musim 2019
  • Jumat, 28 Desember 2018 — 16:40
  • 4163x views

Inilah pemain muda Papua yang bakal bersinar di Liga1 musim 2019

Saat legenda Persipura dan timnas Indonesia Boaz T Solossa mulai meredup, lahir pula bintang-bintang muda Papua yang bakal bersinar. Analisa Jubi minimal ada tiga pemain muda yang bisa menggantikan sang legenda, Osvaldo Haay eks striker Persipura, Gunansar Mandowen, dan Tod Rivaldo Ferre.
Tod Rivaldo Ferre - Jubi/tempo.co
Dominggus Mampioper
[email protected]
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:00 WP
Features |
Rabu, 30 Januari 2019 | 10:08 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Saat legenda Persipura dan timnas Indonesia Boaz T Solossa mulai meredup, lahir pula bintang-bintang muda Papua yang bakal bersinar. Analisa Jubi minimal ada tiga pemain muda yang bisa menggantikan sang legenda, Osvaldo Haay eks striker Persipura, Gunansar Mandowen, dan Tod Rivaldo Ferre.

Liga1 musim 2018, pemain asal Papua Osvaldo Haay terpilih sebagai pemain muda terbaik saat membela tim berjuluk Bajul Ijo, Persebaya Surabaya. Dikutip dari keterangan resmi operator liga PT Liga Indonesia Baru (LIB) penilaian kandidat dilakukan oleh Technical Study Group (TSG) yang mengumumkan kandidat berdasarkan hasil evaluasi dan penampilan selama satu musim.

Calon pemain muda terbaik harus menjadi panutan dalam tim, menonjol dan memiliki kepemimpinan. Selain itu harus konsisten memperlihatkan sikap positif dan antusias dalam tim.

Pemain muda yang masuk nominasi pemain terbaik musim 2018 tercatat adalah Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Osvaldo Ardiles Hay (Persebaya Surabaya), dan Febri Hariyadi (Persib Bandung).

Namun pemain Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay, terpilih sebagai pemain muda terbaik Liga 1 2018 karena dianggap  memiliki performa yang mumpuni. Permainannya di sisi sayap maupun lini depan, berhasil memberi warna tersendiri buat Persebaya.

Bersama Persebaya di musim ini Valdo, panggilan sehari-harinya, mencatat menit bermain yang sangat signifikan. Gol yang ditorehkannya mencapai angka 10, plus 2 assist. Banyak umpan manjanya kepada striker yang berbuah gol.

"Puji Tuhan ya mendapatkan gelar pemain muda terbaik. Ini berkat bantuan dari teman-teman di dalam lapangan, mereka bisa membantu," kata Osvaldo Haay sebagaimana dilansir tempo.co

Gelar ini jelas menambahkan performanya di lapangan hijau, bahkan mantan pemain Persipura ini dikabarkan sudah dilirik tiga klub dari negara berbeda di kawasan Asia. Dua dari Asia Tenggara, satu dari Asia Timur.

Namun permain bernomor punggung 20 di Persibaya ini mengaku tetapi mempriotaskan Persebaya karena merasa belum tuntas membawa tim berjuluk Bajul Ijo juara.

Osvaldo Haay ini lahir di Jayapura  17 Mei 1998 dari pasangan  asal Kayupulo Jayapura Edison Haay dan ibu Buanitawati asal Banyuwangi, Jawa Timur. Meski lahir dan besar di Papua, pemain terbaik muda ini mampu mengerti sedikit bahasa Jawa. Apalagi saat membela Persebaya sudah sering bolak-balik ke Banyuwangi daerah asal ibu kandung pemain yang juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih ini.

Osvaldo menjadi salah satu pemain remaja berusia 17 tahun yang dibawa Persipura ke perhelatan Torabika Bhayangkara Cup 2016. Pelatih Persipura saat itu Angel Alfredo Vera pernah memainkan Valdo sebagai bek kiri karena kebutuhan tim Piala Presiden 2017. Saat itu Ruben Sanadi cidera sehingga Osvaldo diplot jadi wing bek kiri. 

"Bek kiri sebenarnya tidak terlalu nyaman, tapi saya terus berusaha dan terus berlatih. Saya pernah main di wing kiri, wing kanan, playmaker. Dulu pernah juga main sebagai wingback kanan," cerita pemuda yang pernah perkuat PON Papua 2016 di Jawa Barat itu.

Pemain asal Kayu Pulo Papua itu berdurasi nilai saat bermain di timnas 2017 seharga 113 ribu Euro atau Rp 1,8 Miliar data terakhir www.transfermarkt.com , 22 Desember 2018 sebesar 225 ribu Euro atau sekitar Rp 3,7 miliar

Gunansar Mandowen

Gunansar Mandowen adik kandung mantan punggawa Persipura Lukas Mandowen ini digadang-gadang bakal bersinar di musim 2019 bersama tim Mutiara Hitam kalau masih bertahan. Pasalnya pemain ini terpilih dalam goal.com Indonesia sebagai salah satu dari lima pemain muda Liga1 musim 2018 bakal bersinar musim 2019.

Pemain kelahiran kota ombak Sarmi 14 November 2000, mulai mendapat tempat di tim berjuluk Mutiara Hitam saat masih dilatih pelatih asal Inggris, Peter Butler. Mantan pemain Persipura Niko Dimo ikut men-support karena Mandowen membawa nama Persimi Sarmi pasca keluarnya Lukas Mandowen dan Marinus Manewar.

“Anak-anak Sarmi harus ada dalam tim Persipura,” kata Niko Dimo, mantan penjaga gawang Persipura era 1970-an.

Pemain bertinggi badan 1,61 meter ini menjelma menjadi salah satu pemain muda yang paling banyak mendapatkan kesempatan bermain di Liga 1 2018. Dia juga lihai dalam memberikan servis bagi rekan-rekannya, berkat umpan Hilton Morera dan Boaz bisa menceploskan bola ke gawang lawan.

Tercatat putra asal Sarmi tampil dalam 22 pertandingan, pemain yang berusia 18 tahun itu juga mampu mencetak dua gol dan enam assist yang semuanya berbuah gol. Ia juga tampil sebagai pemain yang mampu memecah kebuntuan saat pemain Persipura sulit menembus lini pertahanan lawan.

Berkat penampilannya ini tak tertutup kemungkinan Mandowen bisa mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia. Gunansar Mandowen pernah bersama Tod Rivaldo Ferre dipanggil coach Indra Syafri memperkuat timnas U-19 tetapi dicoret lantaran kalah bersaing dengan pemain lainnya. Hanya Todd Rivaldo Ferre yang ikut bersama timnas U-19, sehingga membawa nama Rivaldo Ferre semakin dikenal.

Tercatat nilai transfer, Gunansar Mandowen menurut data www.transfermarkt.co.uk, 22 Desember 2018, nilai kontraknya mencapai 158 ribu Poundsterling atau berkisar Rp 2,9  miliar. Prestasinya yang gemilang tidak tertutup kemungkinan banyak mendapat incaran klub lain.

Todd Rivaldo Ferre

Pemain mungil juga asal Kabupaten Sarmi, Tod Rivaldo Ferre, mulai mendapat predikat pemain terbaik saat membawa Persipura U-21 menjadi juara Liga1 musim 2017. Dalam final gol tunggal Rivaldo Ferre menghantarkan tim Mutiara Hitam muda juara dan terpilih sebagai pemain terbaik.

Pemain jebolan SSB Imanuel Sentani ini mengawali karier bersama Paradise FC dalam bermain futsal. Todd Rivaldo Ferre yang lahir 15 Maret 1999 ini semakin gemilang ketika membela timnas U-19.

Anak kandung dari pelatih SSB Imanuel Sentani, Agus Ferre, ini mampu membuat hattrick saat timnas Indonesia U-19 menghadapi Qatar. Todd Rivaldo sempat ikut Liga Futsal Nusantara 2017. Bakatnya ditemukan pelatih Peter Butler saat menyeleksi pemain muda Persiupura U-19 termasuk Gunansar Mandowen, Rolando Wandama, dan Hendrik Rumakewi.

Todd Rivaldo Ferre juga pernah lolos seleksi saat masih berusia 14 tahun untuk menjadi pemain Pertamina dan bersekolah di Pertamina Sekolah Sepak bola hingga akhirnya kembali ke Jayapura, Sentani.  

Nilai kontrak Rivaldo Ferre pemain yang berposisi gelandang serang ini menurut data www.transfermarkt.co.uk/ 22 Desember 2018 mencapai 90 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp 1,6 miliar. (*)

loading...

Sebelumnya

Mengancam sponsor dan merosotnya prestasi Persipura di Liga 1 musim 2018

Selanjutnya

Ada apa di Nduga?

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe