Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ada kelompok bersenjata di Papua memiliki persenjataan paling kuat
  • Sabtu, 29 Desember 2018 — 23:36
  • 9626x views

Ada kelompok bersenjata di Papua memiliki persenjataan paling kuat

"Kami yakini yang memiliki persenjataan paling kuat di seluruh kelompok bersenjata," kata Irjen Pol Martuani Sormin saat refleksi akhir tahun Kapolda Papua, di Mapolda Papua, Jumat (28/12/2018) petang. 
Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin - Jubi/Arjuna Pademme
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, kelompok bersenjata di Papua yang memiliki persenjataan paling kuat adalah pimpinan Purom Okiman Wenda. Kelompok bersenjata yang bermarkas di wilayah Balingga, Kabupaten Lanny Jaya. 

"Kami yakini yang memiliki persenjataan paling kuat di seluruh kelompok bersenjata," kata Irjen Pol Martuani Sormin saat refleksi akhir tahun Kapolda Papua, di Mapolda Papua, Jumat (28/12/2018) petang. 

Irjen Pol Martuani Sormin merasakan sendiri bagaimana persenjataan yang dimiliki kelompok Purom Wenda, saat anggota Polri yang dipimpinnya terlibat baku tembak dengan kelompok itu di Lanny Jaya, beberapa waktu lalu. 

Dalam baku tembak itu, kelompok Purom Okiman Wenda menggunakan senjata jenis Arsenal dan Minimi yang dirampas dari anggota Brimob dan TNI beberapa tahun lalu, usai pembawa senjata itu dibunuh. 

"Buktinya rompi anti peluru saya rusak berat ditembak pakai Arsenal dan Minimi. Untungnya body armor tahan peluru," ucapnya. 

Ia memastikan, sebagian besar senjata api (senpi) milik kelompok bersenjata di wilayah Pegunungan Tengah Papua, merupakan rampasan setelah para anggota Polri dan TNI pemegang senpi itu dibunuh. 

Ia mencontohkan, dalam penyerangan Polsek Sinak, Kabupaten Puncak beberapa waktu lalu, tiga personil polisi meninggal dunia, dua lainnya selamat, dan semua senpi hilang (dibawa kabur kelompok penyerang). 

"(Saat penyerangan) Pos Kulirik , delapan senpi hilang," ujarnya. 

Menurutnya, kelompok bersenjata ada di semua wilayah (kabupaten) pegunungan di Papua. Ada di antara mereka yang eksis dan pasif. Salah satu kelompok yang dianggap eksis adalah pimpinan Egianus Kogoya.

Kelompok inilah yang membunuh belasan pekerja jalan Trans Papua di wilayah Kabupaten Nduga awal Desember 2018. Irjen Pol Martuani Sormin juga menyebut kelompok ini yang menyekap belasan tenaga medis dan guru di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga beberapa waktu lalu, di mana salah seorang guru mengalami kekerasan seksual. 

"Tapi hingga kini kelompok ini belum dapat ditindak," ucapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Bupati Mambra membantah dukungan atas pemekaran Provinsi Teluk Saireri

Selanjutnya

Faktor geografis dan para elite disebut hambat pengejaran kelompok bersenjata

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe