Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Filipina diguncang bom jelang akhir tahun
  • Selasa, 01 Januari 2019 — 16:20
  • 870x views

Filipina diguncang bom jelang akhir tahun

Insiden itu menimbulkan dua orang tewas dan melukai 32 lainnya.
Ilustrasi reruntuhan akibat bom, pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi -Sebuah bom meledak di halaman depan pusat perbelanjaan di Kota Cotabato, selatan Filipina pada Senin (31/12/2018). Insiden itu menimbulkan dua orang tewas dan melukai 32 lainnya. Juru bicara Kepala Kepolisian Filipina, Rowell Zafra, mengatakan aparat langsung menggeledah seluruh isi mal tak lama setelah ledakan bom terjadi.

“Hasil penggeledahan polisi menemukan satu barang mencurigakan diduga bom lainnya yang langsung dimusnahkan,” kata Rowell Zafra.

Aparat Filipina belum bisa mengatakan jenis bom yang digunakan dalam peristiwa itu, termasuk juga dengan identitas pelaku peledakan.  CNN melaporkan ledakan bom menimbulkan puing-puing terlihat berserakan, termasuk barang-barang yang dijual khusus menyambut perayaan tahun baru.

Sepatu dan sandal yang berlumuran darah juga terlihat tergeletak persis di depan pintu masuk mal, lokasi ledakan terjadi. Saksi mata mengatakan jendela-jendela bangunan di sekitar lokasi kejadian ikut pecah akibat ledakan.

Tercatat Wilayah Filipina selatan telah diguncang kekerasan kelompok ekstremis, militan, hingga separatis Islam selama beberapa dekade terakhir.

Zafra memaparkan sejumlah kelompok ekstremis Islam yang berbasis di luar Cotabato telah mendeklarasikan berbaiat pada organisasi teroris ISIS. Data pemerintah Filipina menyebutkan setidaknya 100 ribu nyawa melayang akibat pemberontakan dan kekerasan yang terjadi di wilayah itu.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menerapkan darurat militer hingga akhir 2018 di selatan Filipia, terutama selatan Mindanao setelah ISIS memporak-porandakan Kota Marawi pada pertengahan 2017.

Pada September dan Agustus lalu, serangkaian bom menerjang Kota Isulan, 77 kilometer dari selatan Cotabato dan menewaskan tiga orang.

Otoritas mengatakan kelompok bersenjata Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF) yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. BIFF salah satu kelompok bersenjata di Filipina, selain Abu Sayyaf yang berbaiat kepada ISIS. (*)

loading...

Sebelumnya

Aniaya murid, seorang guru TK di Beijing dihukum 18 bulan

Selanjutnya

Kim Jong-un kirim pesan perdamaian untuk Trump

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe