Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Hindari kekacauan Pemilu, Kongo putus internet
  • Rabu, 02 Januari 2019 — 17:03
  • 896x views

Hindari kekacauan Pemilu, Kongo putus internet

Kubu oposisi dan koalisi yang sedang memerintah sama-sama menyatakan akan menang dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Ahad.
Ilustrasi pixabay.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kinshasa, Jubi  - Pemerintah Republik Demokratik Kongo memutus hubungan internet dan layanan pesan singkat di seluruh wilayah negara itu sambil menunggu hasil  pemilihan presiden yang semrawut sejak akhir pekan lalu.

Kubu oposisi dan koalisi yang sedang memerintah sama-sama menyatakan mereka akan menang dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Ahad. Sedangkan banyak pemilih tak dapat memberikan suara karena wabah Ebola, konflik dan masalah logistik.

Penasihat senior Presiden Joseph Kabila, Barnabe Kikaya bin Karubi, mengatakan layanan internet dan pesan singkat diputus untuk memelihara ketertiban di masyarakat setelah "hasil-hasil fiksi" mulai beredar di media sosial.

"Itu bisa menjerumuskan kita ke arah kekacauan," kata Kikaya kepada Reuters.

Ia menambahkan hubungan akan tetap diputus hingga hasil lengkap diumumkan pada 6 Januari.

Sinyal Radio France Internationale (RFI), salah satu sumber berita yang populer di Kongo, juga terputus, dan pemerintah menarik akreditasi koresponden utama RFI di negara itu pada Senin malam karena telah menyiarkan hasil tak resmi dari oposisi.

Berbagai langkah tersebut mencerminkan ketegangan tinggi di Kongo. Negara itu telah menangguhkan pemilihan untuk waktu lama guna memilih pengganti Kabila, yang akan mundur bulan depan setelah berkuasa selama 18 tahun dan dua tahun setelah mandatnya berakhir secara resmi.

Kongo tak pernah mengalami peralihan kekuasaan demokratis, setiap hasil yang diperselisihkan dapat menjurus ke arah terulangnya kembali kekerasan yang terjadi setelah pemilihan tahun 2006 dan 2011 dan tindakan keras keamanan di provinsi-provinsi di bagian timur.

Kubu oposisi mengatakan pemilihan itu diwarnai kecurangan dan menuduh Kabila berencana memerintah melalui calon yang disukainya, mantan Menteri Dalam Negeri Emmanuel Ramazani Shadary. (*)

loading...

Sebelumnya

Cegah imigran, AS tembakkan gas air mata di perbatasan Meksiko

Selanjutnya

Dubes Korea Utara di Italia hilang

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe