Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. 500 warga RI dan PNG rayakan Natal bersama di zona bebas
  • Senin, 05 Desember 2016 — 05:58
  • 908x views

500 warga RI dan PNG rayakan Natal bersama di zona bebas

"Ini semua berkat kasih Allah, bahwa kita dapat merayakan acara ini bersama-sama di sebuah zona bebas secara khidmat dan tidak ada halangan satu apapun," kata Mula Siagian selaku Perwira Pembinaan Mental Satgas Yonif 122/TS.
Suasana Natal bersama antara warga RI dan PNG di zona aman perbatasan kedua Negara – Jubi/Ist.
Roy Ratumakin
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sekitar 300 orang warga negara Indonesia yang berasal dari masyarakat Kabupaten Keerom, Jayapura dan Skouw-Wutung bersama 200 orang warga negara Papua Nugini dari Vanimo rayakan natal bersama di zona bebas perbatasan kedua belah negara, Sabtu (3/12/2016) lalu.

Perayaan Natal bersama yang diprakarsai oleh perkumpulan jemaat Gereja Pantekosta Papua dan Satgas Pamtas Yonif 122/Tombak Sakti ini tergolong unik, pasalnya perayaan ini dilaksanakan tepat di No man's land /zona bebas antara negara Republik Indonesia dengan Papua New Guinea.

Kapten Inf Mula Siagian kepada Jubi, Minggu (4/12/2016) melalui sambungan telepon selularnya membenarkan bahwa kurang lebih 200 orang warga PNG  mengikuti acara ini.

"Ini semua berkat kasih Allah, bahwa kita dapat merayakan acara ini bersama-sama di sebuah zona bebas secara khidmat dan tidak ada halangan satu apapun," kata Mula Siagian, Perwira Pembinaan Mental Satgas Yonif 122/TS.

Dikatakannya, dalam kotbah Ketua Pendeta Gereja Pantekosta Papua, Adolf Marani, disampaikan setiap manusia wajib bersyukur atas karunia yang besar dari Tuhan.

"Bersyukur adalah suatu bentuk perwujudan dari ungkapan terimakasih setiap manusia kepada Tuhan, dan hal ini akan membentuk dan menciptakan kedamaian hati setiap insan manusia," kata Pendeta Adolf Marani.

Adolf Marani menambahkan bahwa acara seperti itu sudah sering dilakukan setiap akhir tahun pada awal bulan Desember, Disamping untuk membina hubungan baik seluruh warga perbatasan RI-PNG, juga merupakan sarana yang baik untuk meningkatkan kualitas iman kepada Tuhan YME. (*)

loading...

Sebelumnya

Pertamina sumbangkan uang pendaftaran lomba lari 10K pada organisasi lingkungan

Selanjutnya

Warga minta segera perbaiki traffic light di Distrik Heram

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23365x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19094x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15619x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12620x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe