Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Pengungkapan pembunuhan pendeta di Wamena, bisa buka pintu kasus lain
  • Kamis, 03 Januari 2019 — 16:38
  • 655x views

Pengungkapan pembunuhan pendeta di Wamena, bisa buka pintu kasus lain

Kasus-kasus kekerasan hingga pembunuhan sejak 2013 hingga 2018, belum kita dengar kemajuan proses penyelidikannya
Sejumlah paguyuban dan FKUB Jayawijaya saat memberikan keterangan pers di Wamena-Jubi/Islami

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Wamena, Jubi - Kepala suku Maluku se Pegunungan Tengah Papua, Christian Sohilait berharap pengungkapan kasus pembunuhan seorang pendeta di Wamena pada penghujung tahun lalu, dapat jadi pintu mengungkap kasus kekerasan maupun pembunuhan lainnya di Jayawijaya selama ini.

“Penangkapan pelaku pembunuhan terhadap Pendeta Salamena ini adalah pintu untuk mengungkap kasus-kasus lain, Kita bisa ungkap pelaku-pelaku atau kasus yang terjadi sebelumnya,” kata Sohilait saat jumpa media di salah satu café di Wamena, Kamis (3/1/2019) bersama paguyuban lainnya di Wamena.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolda Papua yang telah mengutus Direskrimum untuk memimpin langsung operasi penangkapan pembunuh pendeta Salamena, sehingga dalam waktu lima hari sudah dapat diungkap.

“Terima kasih juga kepada pemerintah kabupaten Jayawijaya, Bupati, wakil Bupati, Dandim, Danyon, Komandan Satpol PP, seluruh masyarakat baik dari gereja, paguyuban maupun masyarakat umum yang memberikan informasi terhadap keberadaan mereka untuk memberikan dukungan atau support penuh sehingga dapat mengungkap kasus ini,” ujar dia.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya, Pendeta Esmon Walilo mengutuk keras aksi pembunuhan terhadap pendeta Clarce Rinsampessy Salamena.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada semua pihak telah mengungkapkan kasus ini, diharapkan kasus ini menjadi yang terakhir tidak boleh terulang lagi di kabupaten ini,” kata Walilo.

Dalam penyelesaian kasus ini, ia berharap dapat kepolisian memfasilitasi dengan menghadirkan keluarga korban, FKUB, Ikemal, dan semua paguyuban ketika juga menghadirkan pelaku untuk meminta agar hal ini tidak lagi terulang.

Sekretaris Forum Komunikasi Kerukunan dan Paguyuban Nusantara Jayawijaya, Iswardi melihat masih terdapat banyak pekerjaan rumah kepolisian di Jayawijaya untuk dapat mengungkap kasus-kasus sebelumnya terhitung sejak 2013 hingga 2018.

“Menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada Kapolda dalam waktu lima hari pelaku pembunuhan di SD Percobaan bisa diungkap. Artinya, jika kepolisian serius maka bisa ditemukan pelakunya. Oleh sebab itu selaku warga di Jayawijaya, bagaimana dengan kasus-kasus kekerasan hingga pembunuhan yang terjadi sejak 2013 hingga 2018 sampai hari ini belum kita dengar kemajuan proses penyelidikannya, sehingga ini masih menjadi PR bagi Kapolres baru nantinya supaya menyeriusi itu,” ujar dia.

Pendeta Alexander Mauri mengungkapkan, dengan pengungkapan kasus ini diharapkan dapat mengembalikan Jayawijaya menjadi daerah yang DANI (Damai, Aman, Nyaman dan Indah).

“Kami akan terus berdiri di belakang aparat penegak hukum, pemerintah Jayawijaya untuk memberantas berbagai bentuk kejahatan, kami tidak akan kompromi dengan semua tindakan kejahatan,” kata Mauri. (*)


 

 

loading...

Sebelumnya

KPU Provinsi Papua lantik anggota tambahan PPD Mimika

Selanjutnya

Produksi dan jual minol, dua warga Maluku dipulangkan

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe