Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Angkutan udara jadi penyumbang inflasi tertinggi di Papua
  • Jumat, 04 Januari 2019 — 02:51
  • 627x views

Angkutan udara jadi penyumbang inflasi tertinggi di Papua

“Kota Jayapura menempati urutan ke-3 secara nasional sedangkan Merauke menempati urutan ke-12 secara nasional,” kata Bambang.
Aktivitas perdagangan yang ada di Pasar Youtefa - (Jubi/Sindung).

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Badan Pusat Statistik (BPS) Papua merilis sejumlah komoditi yang paling banyak menyumbang inflasi. Angkutan udara adalah komoditi penyumbang inflasi terbanyak di Kota Jayapura selain ikan cakalang, cabai merah, cabe rawit, daging ayam ras.

“Sama dengan Kota Jayapura, angkutan udara menjadi penyumbang inflasi di Merauke sebesar 0,50 persen selain itu bahan makanan memberikan andil sebesar 0,52 persen yaitu kol putih/kubis, cabai merah, beras, kacang panjang, ikan paha, tomat buah,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Papua Bambang Ponco Aji kepada wartawan, Rabu (2/1/2019) lalu.  

Secara nasional, kata Bambang kedua Kabupaten/Kota  pemantauan di Papua  termasuk  yang mengalami  inflasi dari 82 kota se-Indonesia Indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 1,62 persen untuk Kota Jayapura dan 1,09 persen.

“Kota Jayapura menempati urutan ke-3 secara nasional sedangkan Merauke menempati urutan ke-12 secara nasional,” kata Bambang.

Untuk di tingkat Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), Papua menjadi urutan pertama tertinggi inflasinya sedangkan Merauke hanya menempati tingkat ke enam.

“Secara kalender Kota Jayapura pada bulan Desember 2018 jika dibandingkan tahun 2017 sebesar 6,70 persen, sementara Merauke dibulan Desember 2018 sebesar 5,42 persen,” katanya.

Sementara, Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berkomitmen  menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi-instansi terkait, Kemendag berupaya memastikan harga dan pasokan bapok terjaga dengan baik. 

Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Suhanto saat dimintai keterangan sebelum menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder di Papua mengatakan, bahwa kebutuhan bahan pokok aman terkendali di pasaran.

“Hasil pantauan kami menunjukkan harga bahan pokok di Provinsi Papua terkendali dan pasokannya  cukup untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Pemerintah akan terus memastikan  stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN 2018," ujar Suhanto.

Suhanto menegaskan, meski pasokan aman, pemerintah tetap perlu menempuh tiga langkah antisipatif untuk menghadapi  momen ini. Langkah-langkah tersebut adalah mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di masing-masing daerah, mengidentifikasi kesiapan instansi dan  pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan distribusi, serta meningkatkan  pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kadaluarsa, barang ilegal,  serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Damri akan upayakan bus pelajar/mahasiswa di Kota Jayapura

Selanjutnya

Tekan inflasi dengan konsolidasi antar lembaga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe