Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kementerian Perempuan Fiji utamakan perlindungan anak
  • Jumat, 04 Januari 2019 — 03:42
  • 636x views

Kementerian Perempuan Fiji utamakan perlindungan anak

Vuniwaqa berkata studi itu merupakan prioritas bagi kementeriannya, karena semakin banyak dan beragamnya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di Fiji.
Menteri Perempuan, Anak-anak dan Pengentasan Kemiskinan Fiji, Mereseini Vuniwaqa, (tengah) dengan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Vunisei pada Juli 2018. - Fiji Times/ Jonacani Lalakobau

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi - Sebuah studi mendalam mengenai pelecehan seksual terhadap anak akan dilakukan tahun ini, kata Menteri Perempuan, Anak-anak dan Pengentasan Kemiskinan Fiji, Mereseini Vuniwaqa.

Vuniwaqa berkata studi itu merupakan prioritas bagi kementeriannya, karena semakin banyak dan beragamnya kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di Fiji.

“Sebagai kementerian, prioritas kami untuk tahun anggaran ini adalah melakukan studi tentang pelecehan seksual terhadap anak, yang akan segera dimulai dan akan berujung dengan forum nasional, pada pertengahan tahun 2019 mengenai isu yang sama.”

Sebanyak 1.145 kasus yang melibatkan anak-anak dilaporkan kepada Unit Layanan Anak kementerian itu tahun sepanjang lalu, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Secara nasional, kasus pengabaian anak menempati urutan pertama dalam satu tahun terakhir, terhitung 416 kasus, yang lalu diikuti oleh 328 kasus pelecehan seksual terhadap anak. Ada 206 kasus kekerasan terhadap anak-anak dan 69 kasus kekerasan emosional.

Pengadilan juga turut bekerja sama dan telah mengambil langkah tegas, terhadap orang-orang yang terbukti melakukan pemerkosaan atau pelecehan seksual, terhadap anak di bawah umur.

Pada November tahun lalu, Ketua Mahkamah Agung, Hakim Agung Anthony Gates, meningkatkan hukuman bagi seorang laki-laki yang berulang kali memerkosa anak perempuannya, dari 13 tahun menjadi 17 tahun.

Menurut Kantor Direktur Jaksa Penuntut Umum, pada November saja 2018, 12 korban pemerkosaan dan pelanggaran seksual atas anak di bawah 18 tahun diproses, dan tujuh insiden di antaranya dimana korban dan orang-orang yang dituduh memiliki hubungan darah.

Desember lalu, organisasi non-pemerintah, Save the Children Fiji, telah memuji sistem peradilan negara itu menyusul putusan hakim Pengadilan Tinggi, Hakim Daniel Goundar, yang menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup atas setiap dakwaan pemerkosaan, dan lima tahun di penjara karena menyerang dua anak perempuan kandungnya.

Hukuman itu dilihat sebagai preseden penting oleh organisasi tersebut, mereka percaya hukuman itu menunjukkan era baru dalam penegakan hak-hak anak di Fiji. (Fiji Times)

loading...

Sebelumnya

Kepulauan Solomon, PNG, dan Fiji diterpa hujan badai 

Selanjutnya

Jumlah kehamilan tak direncanakan meningkat di PNG

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe