Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Jumlah kehamilan tak direncanakan meningkat di PNG
  • Jumat, 04 Januari 2019 — 03:41
  • 654x views

Jumlah kehamilan tak direncanakan meningkat di PNG

Data tersebut terungkap dalam survei yang dikumpulkan oleh organisasi non-pemerintah, Children Incorporated.
Rumah Sakit Umum Port Moresby, Port Moresby General Hospital. - EMTV Online

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi - Jumlah perempuan yang mengalami kehamilan tak direncanakan, terus meningkat dan perlu ditangani di tahun baru ini.

Data tersebut terungkap dalam survei yang dikumpulkan oleh organisasi non-pemerintah, Children Incorporated.

Berbicara dengan Post-Courier sebelum liburan natal, periset dari Children Inc. Cathy Robertson, mengungkapkan isu kehamilan tak direncanakan di PNG semakin parah dan telah menjadi masalah masyarakat. Gentingnya masalah ini, menurutnya, dapat ditunjukkan oleh jumlah kehamilan tak direncanakan yang dilaporkan pada 2018.

Robertson menjelaskan bahwa survei yang diadakan dari Februari hingga Juli 2018 itu, mengungkapkan jumlah perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak direncanakan, sungguh mengejutkan tingginya. Angka yang umumnya dilaporkan di negara-negara berkembang adalah antara 35-45% kehamilan, merupakan kehamilan yang tak direncanakan.

“Kita melakukan survei atas 307 perempuan selama beberapa bulan, dari tiga rumah sakit yang berbeda, termasuk Rumah Sakit Umum Port Moresby, Port Moresby General Hospital, dan menemukan bahwa hingga 75% dari partisipan mengalami kehamilan tak direncanakan,” menurutnya.

Peningkatan ini memang mengkhawatirkan, jika dibandingkan dengan riset yang dilakukan dan dilaporkan pada 2014 oleh Karen Sanga, dr. Glen Mola, dan beberapa peneliti lainnya. Riset saat itu melaporkan kalau, dari 2011 hingga 2012, 49.4 % ibu hamil mengalami kehamilan tak direncanakan.

Robertson menekankan bahwa isu kehamilan tak direncanakan, adalah isu mendasar yang berkembang menjadi masalah yang lebih berbahaya seperti aborsi dan keguguran. Ia menambahkan bahwa data yang diungkapkan oleh survei ini, menggambarkan masyarakat yang tidak peduli dengan angka kematian anak dan penganiayaan bayi. (Post-Courier)

loading...

Sebelumnya

Kementerian Perempuan Fiji utamakan perlindungan anak

Selanjutnya

Masa depan ekonomi dan referendum Bougainville

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe