Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Percetakan Rakyat Papua akan dihidupkan kembali, syaratnya ini
  • Sabtu, 05 Januari 2019 — 16:32
  • 669x views

Percetakan Rakyat Papua akan dihidupkan kembali, syaratnya ini

Selama ini tidak berjalan baik karena orang-orang yang ditunjuk tidak mampu kelola
Kantor Percetakan Rakyat Papua - Ist

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe mengemukakan jika keberadaan PT. Percetakan Rakyat Papua (PRP) masih bisa dikembangkan atau memiliki potensial, maka pihaknya akan kembali mengoperasikannya. Apalagi perusahaan milik daerah ini telah merger dalam induk Holding Company.

Tak hanya PRP, Enembe juga akan mengecek keberadaan kapal dan listrik milik pemerintah daerah untuk kemudian dikembangkan kembali. Keduanya masih sangat potensial jika dikelola dengan baik.

"Jika masih potensial kami akan kembangkan dengan menempatkan orang baru yang mampu dan profesional. Selama ini tidak berjalan baik karena orang-orang yang ditunjuk tidak mampu kelola, sehingga semua tidak berjalan sesuai yang diharapkan," kata Enembe, di Jayapura pekan lalu.

Menurut ia, saat ini dana penyertaan masih ada sekitar Rp50 Miliar yang belum diberikan ke perusahaan daerah, sehingga pemerintah provinsi akan melihat kembali keberadaan masing-masing perusahaan.

"Untuk percetakan rakyat Papua sudah ada kerjasama dengan salah satu BUMN (Perum Peruri-red), sehingga kemungkinan besar akan dikelola oleh pihak itu," ujarnya.

Secara terpisah, Legislator Papua Carolus Bolly berharap keberadaan PT. Irian Bhakti Mandiri Holding Company mampu menggenjot produktivitas perusahaan dalam rangka Break Event Point alias (BEP), mengingat tantangan ke depan masih berat.

“BEP secara umum adalah bagaimana holding company bisa mengembalikan dana penyertaan modal dari pemerintah yang sudah diberikan secara bertahap selama ini, yakni lebih kurang Rp500 miliar. Nah, Bagaimana semua anak perusahaan bisa berproduksi maksimal untuk minimal mengembalikan penyertaan modal itu," kata Carolus selaku Ketua Komisi III DPR Papua.

Tak hanya itu, pihaknya berharap ke depan, Holding Company mampu memberikan pendapatan bagi Papua. Untuk itu, pihaknya masih tetap berada pada pendirian dan pendapat, perusahaan atau anak perusahaan PT. IBM yang tidak menghasilkan lagi sebaiknya ditutup, dan fokus pada perusahaan yang benar-benar bisa memberikan kontribusi.

"Masih ada “Pekerjaan Rumah” lain juga yang harus diselesaikan IBM dan Pemda sendiri, yakni terkait percetakan Rakyat Papua dan TV Mandiri Papua. Walaupun, TV Mandiri kalau tak salah masih belum jadi anak perusahaan PT IBM. Tetapi, itu menjadi suatu catatan yang harus menjadi perhatian kita semua. Agar, dalam pemerintahan dua periode Gubernur Lukas Enembe dan Wagub Klemen Tinal nantinya, tidak meninggalkan jejak-jejak perusahaan yang tidak produktif. Itu harapan kami," ujarnya.

"Kalau perusahaan tidak menghasilkan, ujungnya jadi beban APBD Pemprov. Itu konsekuensinya. Oleh karena itu, manajemen yang sudah tergabung menjadi satu harus mulai selektif. Pekerjaan pertama adalah bagaimana mulai menyeleksi anak perusahaan mana yang produktif," tutupnya. (*)


 

 

loading...

Sebelumnya

Gubernur Papua : Tidak ada pesta kembang api di malam pergantian tahun

Selanjutnya

Enembe: 35 OPD hasil perampingan akan diisi pejabat berkompeten

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe