Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pendapatan negara dari kepabeanan di Timika lampaui target
  • Sabtu, 05 Januari 2019 — 16:48
  • 660x views

Pendapatan negara dari kepabeanan di Timika lampaui target

Ia mengatakan sumber penerimaan terbesar KPPBC Amamapare berasal dari bea keluar atau ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia.
Kantor Bea Cukai Amamapare - Jubi/tajuktimor.com

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Timika, Jubi - Penerimaan negara dari sumber bea dan cukai pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Amamapare, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, hingga 31 Desember 2018 mencapai Rp4,688 triliun atau melampaui target.

Kepala KPPBC Amamapare I Made Aryana mengatakan, realisasi penerimaan negara pada 2018 itu jauh melampaui target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp1.681.995.000.000 terdiri atas bea masuk sebesar Rp190.988.725.427 dan bea keluar sebesar Rp1.491.006.475.333.

"Realisasi penerimaan kami hingga akhir Desember 2018 mencapai 278,76 persen dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini tentu sangat menggembirakan," kata Made, di Timika, Papua, Sabtu (5/1/2019).

Ia mengatakan sumber penerimaan terbesar KPPBC Amamapare berasal dari bea keluar atau ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia.

Hingga akhir Desember 2018, ekspor konsentrat PT Freeport mencapai sekitar 1,2 juta metrik ton.

Adapun penerimaan negara pada 2019 ini, Made memperkirakan akan mengalami penurunan seiring dengan menurunnya produksi konsentrat PT Freeport mengingat tambang terbuka (open pit) Grassberg rencananya akan ditutup tahun ini.

PT Freeport melaporkan akan mengandalkan produksi konsentrat yang diolah dari sejumlah lokasi tambang bawah tanahnya (underground pit) yang diperkirakan baru akan optimal berproduksi sekitar 2022-2023 mendatang.

"Sudah tentu akan berpengaruh. Kalau produksi konsentrat Freeport menurun, maka tentu penerimaan negara dari bea ekspor konsentrat juga akan menurun," jelasnya.

Beberapa negara tujuan ekspor konsentrat PT Freeport tersebut antara lain Jepang, Filipina, India, dan beberapa negara lainnya.

Dengan adanya penurunan produksi konsentrat PT Freeport, katanya, Pemerintah Pusat tentu akan menyesuaikan target penerimaan KPPBC Amamapare pada 2019.

Guna mengurangi ketergantungan penerimaan dari sumber ekspor bahan baku tambang ke luar negeri, KPPBC Amamapare juga mendorong para pengusaha setempat mengekspor hasil alam seperti ikan kakap dan kepiting yang melimpah di perairan sekitar Timika .

Kegiatan ekspor ikan kakap dan kepiting dari Timika sejak Mei terhenti atas kebijakan pihak Karantina yang melakukan penertiban Unit Pengelolaan Ikan.

Salah satu pengusaha Timika yang selama ini sudah terlibat kegiatan ekspor ikan kakap dan kepiting dari Timika yaitu Usaha Dagang Putri Desi. (*)

loading...

Sebelumnya

Tekan inflasi dengan konsolidasi antar lembaga

Selanjutnya

Ini tanggapan masyarakat atas kebijakan baru Lion Air

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe